DIYHOMESleman

Sleman Temple Run #11: Lari Lintas Alam dari Candi ke Candi

Sleman – Sadap99.com
Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menggelar konferensi pers terkait persiapan penyelenggaraan Sleman Temple Run ke-11 tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Rapat Sapta Pesona Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, pada Sabtu (7/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh:

· Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, S.Sos., M.Si.
· Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Edy Winarya, S.Sn., M.Si.
· Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Irawati Palupi Dewi, S.E., M.Sc., M.T.
· Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto, S.E., M.Ec.Dev.

Dalam keterangannya, Abu Bakar menyampaikan bahwa Sleman dikenal sebagai Kabupaten Seribu Candi, dengan Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko sebagai ikon yang sudah cukup dikenal masyarakat.

Event Sleman Temple Run merupakan salah satu strategi promosi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Menurutnya, promosi melalui event mampu memberikan dampak signifikan terhadap destinasi wisata, menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus menciptakan pengalaman berkesan bagi wisatawan.

Mengusung konsep Running Around Temples, event ini merupakan lari lintas alam dari candi ke candi. Keunikan Sleman Temple Run adalah menjadi satu-satunya event sport tourism lari di dunia dengan rute yang melintasi candi-candi, menawarkan pemandangan alam yang indah serta kekayaan budaya dan kesenian tradisional masyarakat lokal yang turut menghibur para pelari dan pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Edy Winarya, menjelaskan bahwa Sleman Temple Run (STR 2026) memasuki penyelenggaraan ke-11 dan akan dilaksanakan pada hari Minggu, 23 Agustus 2026.

Start dan finish bertempat di kompleks Candi Banyunibo, Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, dengan target peserta sebanyak 1.000 pelari. Kategori yang diperlombakan meliputi putra-putri untuk jarak 7K, 15K, dan 30K.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Masyarakat di sepanjang rute turut dilibatkan dengan menampilkan berbagai atraksi seni budaya di beberapa titik untuk menyambut dan menghibur para pelari. Adapun kesenian yang akan ditampilkan, antara lain:

· Jatilan Kudho Song Pece
· Tari Sembagi Aruntala
· Tari dan Karawitan dari Sanggar Jagadhita
· Tari Edan-Edanan
· Tari Sasmito Manunggal

Penyelenggaraan Sleman Temple Run bekerja sama dengan komunitas lari Trail Runners Yogyakarta. Event ini telah digelar sejak tahun 2015 hingga 2026 atau sudah 11 kali berlangsung dengan sukses dan berkelanjutan.

Rute yang dilalui para pelari mencakup sejumlah destinasi, di antaranya: Candi Banyunibo, Candi Barong, Candi Ratu Boko, Candi Miri, dan Candi Ijo, serta melewati Tebing Breksi, Spot Riyadi, dan Arca Gupala.

Edy Winarya menambahkan bahwa Sleman Temple Run telah terdaftar dalam kalender event lari internasional dan mendapatkan rekomendasi dari Asosiasi Lari Trail Indonesia serta International Trail Running Association (ITRA).

Sementara itu, Irawati Palupi Dewi mengungkapkan bahwa Sleman Temple Run memiliki nilai lebih dibandingkan event sejenis yang pernah digelar di Sleman, karena event ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya produk-produk UMKM, serta melibatkan masyarakat secara langsung dalam penyelenggaraannya.

Di sisi lain, Kus Endarto berharap event ini dapat memberikan dampak positif terhadap kunjungan wisatawan ke Yogyakarta, khususnya di wilayah Sleman, yang saat ini sedikit tertekan akibat musim kemarau panjang dengan suhu udara panas dan situasi ekonomi yang belum stabil. (Piter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *