DIYHOMESleman

Pemkab Sleman Lantik Pengurus KOPI TB dan Gelar Kampanye Aksi Sehat

Sleman – Sadap99.com

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan mengukuhkan pengurus Koalisi Organisasi Profesi Indonesia untuk Penanggulangan Tuberkulosis (KOPI TB) Kabupaten Sleman sekaligus menggelar kampanye Aksi Sehat, Kamis (6/8/2026), di Ramada Hotel, Caturharjo, Sleman. Langkah ini menegaskan komitmen daerah dalam mempercepat penanggulangan penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TB).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, melaporkan bahwa sebanyak 34 pengurus KOPI TB Sleman resmi dilantik, dengan dr. Bheti Yuliana Fitrianingsih, Sp.P., sebagai ketua. Pelantikan ini dinilai krusial untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam penanganan TB di wilayah Sleman.

“Komitmen kami melalui KOPI TB adalah melakukan eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030, serta mengeliminasi ATM (AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria),” ujar Cahya.

Cahya juga mengungkapkan bahwa Sleman telah berhasil mencapai eliminasi malaria sejak 2014, lebih cepat dari target Provinsi DIY pada 2025. Namun, TB dan penyakit berbasis lingkungan seperti leptospirosis yang terkait dengan sampah dan vektor tikus masih menjadi tantangan kesehatan yang perlu ditangani secara intensif.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dalam arahannya mengapresiasi pengukuhan pengurus KOPI TB. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan tenaga medis, organisasi profesi, pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat.

“Derajat kesehatan masyarakat adalah fondasi utama untuk mewujudkan Sleman yang maju, adil, makmur, lestari, dan berkeadaban. Sebagaimana falsafah Jer Basuki Mawa Beya, keberhasilan pencegahan dan pengendalian penyakit hanya bisa dicapai melalui kerja sama, gotong royong, dan komitmen bersama,” tegas Harda.

Bupati juga menyoroti pentingnya edukasi masyarakat untuk mengikis stigma negatif terhadap penderita TB. Menurutnya, penderita TB tidak boleh dikucilkan, melainkan didukung agar memiliki semangat untuk sembuh.

“Pengentasan TB bukan hal mudah. Saya berharap KOPI TB menjadi motor penggerak kolaborasi, inovasi, dan edukasi masif di masyarakat. Dengan begitu, penderita TB mendapat pendampingan tepat dan target Eliminasi TB 2030 di Sleman dapat tercapai,” pungkasnya.

(Piter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *