HOMEJATIM

Bupati Jember Gus Fawait dan Fakultas Pertanian UKRI Luncurkan Inkubator Agribisnis

JEMBER – Sadap99.com

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama Fakultas Pertanian Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) resmi meluncurkan Inkubator Agribisnis UKRI di Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember. Program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat hilirisasi komoditas pertanian, khususnya jagung, melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, kementerian, dunia usaha, perbankan, serta petani dan kelompok tani.

Peluncuran ini diharapkan membangun ekosistem agribisnis yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mendorong lahirnya UMKM berbasis hasil pertanian, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Jember: Kolaborasi Kunci Kemajuan Daerah

Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa pembangunan pertanian memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat.

“Kabupaten Jember memiliki potensi pertanian yang luar biasa. Tantangan kita bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi bagaimana memberi nilai tambah melalui hilirisasi, pengembangan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja. Kami menyambut baik Inkubator Agribisnis UKRI sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem agribisnis yang maju dan berkelanjutan,” ujar Gus Fawait.

Ia juga menekankan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi terapan. “Kami percaya perguruan tinggi mampu melahirkan solusi nyata bagi masyarakat. Pemkab Jember membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar hasil riset, pendidikan, dan pengabdian bisa dirasakan petani, kelompok tani, UMKM, dan generasi muda. Kami berharap Jember menjadi daerah percontohan agribisnis berbasis inovasi dan kemitraan,” tambahnya.

 

UKRI Hadirkan Ekosistem Agribisnis Terpadu

Dekan Fakultas Pertanian UKRI, M. Arief A. Bisma, menjelaskan bahwa Inkubator Agribisnis UKRI dirancang sebagai pusat inovasi dan pendampingan yang menghubungkan seluruh rantai nilai agribisnis—dari budidaya, hilirisasi, pembiayaan, hingga pemasaran.

“Ini bukan sekadar program pendampingan, melainkan ekosistem kolaborasi yang mempertemukan petani, kelompok tani, UMKM, pemerintah, dunia usaha, perbankan, dan perguruan tinggi. Tujuannya, agar hasil pertanian memiliki nilai tambah dan berdampak pada kesejahteraan,” ujarnya.

Fokus awal inkubator adalah hilirisasi jagung, yang diharapkan memicu pertumbuhan usaha mikro dan kecil berbasis pangan, serta melahirkan agropreneur baru di Jember.

Kolaborasi Lintas Sektor

Inkubator ini dikembangkan melalui kerja sama Fakultas Pertanian UKRI, Pemkab Jember, Kementerian UMKM, PT Syngenta, PT YKB Merah Putih, lembaga perbankan, serta petani dan kelompok tani.

Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat:

· Pendampingan budidaya jagung dan komoditas unggulan
· Hilirisasi hasil pertanian
· Pengembangan UMKM berbasis pertanian
· Peningkatan kapasitas petani dan kelompok tani
· Penguatan akses pembiayaan
· Pengembangan kemitraan usaha
· Perluasan akses pasar

Dengan program ini, Jember diharapkan menjadi model pengembangan agribisnis berbasis kolaborasi yang mengintegrasikan inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Pewarta: Suyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *