Warga Karang Harjo Silo Jember Keluhkan Saluran Air Bersih Terputus
JEMBER – sadap99.com
Pengelolaan air bersih di Desa Karang Harjo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, menjadi sorotan warga setelah saluran air terputus selama lima hari terakhir.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga yang dihimpun, pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari tidak berfungsi sejak lima hari lalu.
“Sekian hari ini air dari tandon mati, bahkan banyak pipa yang terputus, mulai dari area sekitar Masjid Al Mubaroq hingga ke perumahan warga,” ujar salah seorang warga.
Padahal, ketersediaan air bersih sangat vital bagi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Namun, faktanya banyak warga yang mengeluh dan mengalami kesulitan air. Hingga kini belum ada langkah penanganan dari pihak penanggung jawab.
Salah seorang warga di lokasi menyebut bahwa setiap warga yang mendaftar untuk mendapatkan akses air bersih kepada H. Hasim dikenai biaya minimal Rp350.000. Diperkirakan sekitar 100 warga telah terdaftar, belum termasuk biaya per meter kubik dan iuran bulanan.
Beberapa warga telah berusaha menyampaikan keluhan kepada H. Hasim, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena yang bersangkutan sulit ditemui.
Ketua RT setempat saat diwawancarai mengakui bahwa air bersih sangat dibutuhkan warga. “Masalahnya, sudah lima hari air tidak mengalir, entah disengaja atau tidak. Akhirnya warga yang jadi korban,” ujarnya.
Ia menambahkan, awalnya air bersih tersebut diperuntukkan untuk Masjid Al Mubaroq, bukan disalurkan ke warga. Namun belakangan, H. Hasim justru menyalurkannya kepada warga dengan mekanisme pendaftaran yang dikenai biaya Rp350.000 per orang.
Kesaksian serupa disampaikan oleh seorang warga berinisial W.N.S. Ia menyatakan setiap pendaftar dikenai biaya Rp350.000, sementara untuk pembayaran air per meter kubik, ada warga yang sampai dikenai tagihan Rp1.500.000 per minggu.
Sementara itu, seorang perangkat desa mendorong adanya evaluasi pengelolaan air bersih agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Hingga Kamis, 5 Februari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, pihak media telah berupaya menemui H. Hasim di kediamannya, namun belum berhasil memperoleh konfirmasi hingga berita ini diturunkan. (Imam)
