Peringatan Hardiknas Jember, Gus Fawait Adakan Talkshow Edukatif dan Sarasehan
JEMBER – Sadap99.com
Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Bupati Jember, Gus Fawait, melakukan terobosan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Alih-alih menggelar upacara seremonial di alun-alun, Pemerintah Kabupaten Jember memilih mengadakan talkshow edukatif dan sarasehan untuk menggali solusi nyata bagi dunia pendidikan.
Bertempat di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (2/5/2026), Gus Fawait menegaskan bahwa keputusan ini diambil agar esensi Hardiknas lebih terasa dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Jember.
Salah satu poin krusial yang disampaikan dalam agenda tersebut adalah jaminan kesejahteraan bagi para guru. Gus Fawait memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember tidak akan mengurangi tunjangan guru.
“Kabupaten Jember menjadi satu-satunya daerah di Jawa Timur yang tetap mempertahankan besaran TPP dan tukin tanpa pengurangan sedikit pun,” ujar Gus Fawait.
Selain itu, Gus Fawait juga menyoroti kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Jember berkomitmen mengangkat seluruh usulan PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu, demi memberikan kepastian status bagi tenaga pendidik.
Bupati Jember yang juga merupakan lulusan madrasah ini menekankan bahwa kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di Jember adalah melalui jalur pendidikan. Menurutnya, pendidikan bukan hanya soal nilai di atas kertas, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak.
Beberapa langkah strategis yang ditekankan:
-
Guru sebagai teladan – Guru diharapkan menjadi uswatun hasanah (teladan yang baik), tidak hanya di dalam kelas tetapi juga di lingkungan sosial masyarakat.
-
Pelibatan orang tua – Gus Fawait mendorong sekolah untuk aktif melibatkan orang tua dalam proses pendidikan agar tercipta keselarasan antara nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dan di rumah.
-
Verifikasi data kemiskinan – Sebagai bagian dari upaya kolektif, Bupati Jember menginstruksikan para ASN, termasuk guru, untuk terlibat dalam verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan di lapangan agar kebijakan pemerintah lebih tepat sasaran.
Melalui peringatan Hardiknas 2026 yang dikemas dalam bentuk sarasehan ini, Gus Fawait berharap seluruh elemen pendidikan dapat bersinergi. Ia percaya bahwa dengan guru yang sejahtera dan sistem pendidikan yang melibatkan keluarga, angka kemiskinan di Jember akan menurun secara signifikan di masa depan.
“Kita harus bersama-sama mengatasi krisis kemiskinan ini. Lewat jalur pendidikan, saya yakin Jember akan jauh lebih baik menuju Jember Baru, Jember Maju,” pungkasnya.
Pewarta: Suyanto
