HOMEJATIM

Pemkab Jember Bergerak Cepat Kendalikan Inflasi Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026

JEMBER – sadap99.com

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bergerak cepat menyusun strategi pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H/2026 Masehi. Fokus utama saat ini adalah memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga komoditas pokok di pasar.

Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil koordinasi lintas sektor, beberapa komoditas mulai menunjukkan tren kenaikan harga. Di antaranya adalah cabai rawit merah, daging ayam ras, telur ayam, dan kedelai impor.

“Kami telah memetakan langkah konkret untuk meredam gejolak harga selama Ramadhan dan menjelang Lebaran. Instruksi dari pemerintah pusat sangat jelas, yakni memperkuat pemantauan di lapangan dan memastikan tidak ada hambatan distribusi,” ujar Akhmad Helmi, Senin (23/2/2026).

Guna menekan inflasi, Akhmad Helmi menjelaskan bahwa Pemkab Jember akan menerapkan intervensi pada tiga tingkatan sekaligus.

Pertama, pada level produsen, pemerintah akan menyalurkan bantuan stimulan bagi petani serta memperkuat Kerja Sama Antar Daerah (KAD). “Kami juga menjajaki kolaborasi dengan champion (pemasok utama) di Jawa Tengah dan Jawa Barat melalui dukungan Bank Indonesia untuk menjamin pasokan cabai merah tetap aman,” jelasnya.

Kedua, pada level grosir, Tim Gabungan Satgas Pangan dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan mengintensifkan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang-gudang distributor. Hal ini bertujuan untuk mencegah praktik penimbunan yang dapat memicu kelangkaan barang.

Ketiga, pada level konsumen, Pemkab Jember akan memperluas jangkauan Operasi Pasar (OP) dan Gerakan Pangan Murah (GPM). Selain itu, pemasangan banner Harga Eceran Tertinggi (HET) di pasar-pasar rakyat akan diperbanyak agar masyarakat mendapatkan informasi harga yang transparan.

Selain masalah pangan, Akhmad Helmi juga menekankan pentingnya dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui fasilitasi sertifikasi halal serta percepatan program perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Sesuai arahan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), kami tengah mengevaluasi pembebasan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) 0 Rupiah bagi MBR dan mendorong desa-desa untuk mengalokasikan anggaran renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH),” tambahnya.

Dalam upaya pengendalian inflasi ini, pihaknya juga meminta agar setiap perkembangan harga harian terus didokumentasikan dan dilaporkan. Sinergi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember dan Perum BULOG juga terus diperkuat, terutama dalam penyaluran Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) di pasar tradisional maupun ritel modern.

“Harapan kami, dengan kerja kolaboratif ini, masyarakat Jember dapat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan dengan tenang tanpa terbebani oleh lonjakan harga pangan yang tidak terkendali,” tandasnya.

Pewarta: Suyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *