HOMEHUKRIMJATIM

Mantan Perangkat Desa Ini Dikabarkan Bakal Calonkan Diri di Pilkades Sukojember 2027

JEMBER – Sadap99.com

Desas-desus mengenai latar belakang perselisihan antara seorang mantan kepala dusun (kampong) berinisial SND dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Sukojember, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, mulai menemui titik terang. Isu yang berkembang di masyarakat menyebutkan adanya keterkaitan persoalan tersebut dengan momentum politik tingkat desa yang akan datang.

Sebelumnya, SND gencar menyuarakan sejumlah persoalan yang terjadi di internal Pemdes Sukojember. Langkah SN ini dipandang sebagian pihak sebagai upaya dini dalam membangun opini publik menjelang pemilihan kepala desa.

Berdasarkan data yang dihimpun, beberapa poin krusial yang diangkat oleh SND antara lain adalah dugaan permasalahan terkait pemanfaatan tanah aset (bengkok) milik desa yang sempat dilaporkan ke pihak Inspektorat.

Selain itu, ia juga menyoroti regulasi jaminan sosial berupa BPJS Ketenagakerjaan (JP dan JHT) bagi perangkat desa yang dinilai belum terselesaikan secara tuntas.

Kabar mengenai rencana pencalonan SND dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sukojember tahun 2027 kian menguat. Hal ini dipicu oleh beredarnya foto pribadi SN dengan narasi kesiapan maju sebagai calon kepala desa di sejumlah grup aplikasi pesan singkat WhatsApp.

Kondisi tersebut turut dibenarkan oleh salah seorang warga setempat berinisial KR. Menurutnya, informasi mengenai pergerakan politik SND memang sudah santer terdengar di kalangan masyarakat bawah.

“Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan bahwa yang bersangkutan memang aktif memberikan masukan dan kritik terhadap jalannya roda pemerintahan desa saat ini,” ujar KR saat memberikan keterangan.

Ia juga menambahkan bahwa rencana majunya SND sebagai calon kepala desa sebenarnya bukan hal baru bagi sebagian warga yang sudah memahami dinamika politik di wilayah tersebut.

Hingga berita ini diturunkan pada Sabtu (30/5/2026), jurnalis Sadap99.com telah berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada SND guna mendapatkan perimbangan informasi. Namun, yang bersangkutan belum memberikan respons atau penjelasan resmi terkait isu yang beredar.

(Imam/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *