KAI Daop 7 Madiun Kembali Tutup Perlintasan Sebidang
Perkuat Upaya Kurangi Titik Rawan Kecelakaan
Madiun – Sadap99.com
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun kembali menutup satu perlintasan sebidang yang dinilai memiliki potensi risiko tinggi terhadap keselamatan.
Penutupan dilaksanakan pada Kamis (16/7) mulai pukul 10.00 WIB di JPL 302 KM 210+7/8 petak jalan Purwoasri–Kertosono, tepatnya di Dusun Muneng Wetan, Desa Muneng, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa penutupan tersebut merupakan bagian dari program berkelanjutan KAI dalam mengurangi jumlah perlintasan sebidang yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Penutupan perlintasan sebidang menjadi salah satu langkah nyata untuk meminimalkan potensi kecelakaan, sekaligus menjaga keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat pengguna jalan,” ujar Tohari.
Sebelum pelaksanaan, seluruh personel mengikuti briefing dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Manager Humas Daop 7 Madiun. Selanjutnya, akses perlintasan ditutup menggunakan patok rel dan bantalan besi agar tidak dapat lagi dilalui kendaraan.
Kegiatan tersebut melibatkan sinergi berbagai pihak, baik internal maupun eksternal. Dari internal KAI, hadir jajaran Unit Pengamanan, Polsuska, serta Unit Jalan Rel 7.3 Kertosono. Sementara dari unsur eksternal, turut berpartisipasi Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya Satuan Pelayanan Kediri, Polsek Papar, serta instansi terkait. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Tohari menambahkan, hingga pertengahan Juli 2026, KAI Daop 7 Madiun telah menutup sebanyak 13 titik perlintasan sebidang, melampaui target program penutupan tahun 2026 yang semula ditetapkan sebanyak 8 titik. Capaian ini menunjukkan keseriusan KAI dalam menekan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan, kepolisian, dan para pemangku kepentingan lainnya.
“Kami tidak hanya berfokus pada operasional perjalanan kereta api, tetapi juga terus melakukan mitigasi risiko melalui penutupan perlintasan yang tidak lagi memenuhi aspek keselamatan. Upaya ini memerlukan dukungan seluruh pihak agar keselamatan dapat terwujud secara berkelanjutan,” jelas Tohari.
KAI Daop 7 Madiun juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka kembali perlintasan yang telah ditutup maupun membuat perlintasan liar. Tindakan tersebut selain melanggar ketentuan, juga sangat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
Sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, pada prinsipnya perpotongan antara jalur kereta api dan jalan dibuat tidak sebidang. Apabila masih terdapat perlintasan sebidang, pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
“KAI mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan di perlintasan sebidang. Keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama. Disiplin berlalu lintas dan kepatuhan terhadap aturan akan menyelamatkan banyak nyawa,” tutup Tohari.
(Edy)
