HOMEJATIM

Harga Sembako di Bondowoso Mulai Merangkak Naik Jelang Idul Fitri 2026

Bondowoso, Sadap 99.com

Memasuki bulan suci Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, harga sejumlah komoditas bahan pokok di Kabupaten Bondowoso mulai menunjukkan tren kenaikan.

Berdasarkan pantauan di lapangan oleh Sekretaris Daerah Bondowoso, Dr. H. Fathur Rozi, bersama tim gabungan di Pasar Induk Bondowoso dan pasar tradisional lainnya, beberapa komoditas strategis seperti telur ayam dan cabai rawit mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso, Ir. Hergir Yuli Pramanto, ST, MT, mencatat bahwa pada pertengahan Februari 2026, harga telur ayam merangkak naik hingga mencapai Rp29.500 hingga Rp30.000 per kilogram. Padahal, harga stabil sebelumnya berada di angka Rp27.000 hingga Rp28.000 per kilogram. Sementara itu, komoditas yang menjadi perhatian utama adalah cabai rawit merah yang dilaporkan tembus hingga Rp100.000 per kilogram di tingkat pengecer.

Kenaikan harga ini dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat selama bulan Ramadhan. Selain itu, gangguan pascapanen akibat faktor cuaca turut menyebabkan pasokan berkurang.

Meskipun terjadi kenaikan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan bahwa stok kebutuhan pokok secara umum masih dalam kategori aman hingga menyambut Hari Raya Idul Fitri nanti. Untuk mengantisipasi lonjakan harga lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Bagian Perekonomian gencar melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional dan ritel modern.

“Kami juga telah mencermati tren kenaikan harga pangan strategis ini dan telah memetakan komoditas yang rawan kenaikan,” ujar salah satu pejabat terkait. Pemerintah kabupaten juga berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memastikan harga tetap stabil dan daya beli masyarakat terjangkau.

Dalam sidak pasar pada Februari 2026, pemerintah mengimbau masyarakat Kabupaten Bondowoso untuk tidak melakukan panic buying atau belanja berlebihan, karena stok dipastikan cukup tersedia. Warga juga diharapkan berbelanja dengan bijak sesuai kebutuhan guna menjaga stabilitas harga di pasaran.

Berdasarkan historis tahun-tahun sebelumnya, harga diperkirakan akan tetap fluktuatif. Namun, diprediksi harga akan kembali normal setelah puncak arus mudik Lebaran berlalu. Kenaikan harga ini merupakan fenomena tahunan akibat meningkatnya permintaan konsumsi rumah tangga selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

· FRD –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *