SIGAP! Pemerintah Desa Kwadungan Lor Gelar Posyandu Balita “Nuri” Secara Rutin
Ngawi – sadap99.com
Pemerintah Desa (Pemdes) Kwadungan Lor, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, menunjukkan kesigapannya dalam mendukung pelaksanaan Posyandu Balita “Nuri”. Kegiatan yang berlangsung rutin ini menjadi garda terdepan dalam memantau tumbuh kembang anak sekaligus mencegah stunting di tingkat desa.
Posyandu balita di Desa Kwadungan Lor aktif melaksanakan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta penyuluhan gizi secara berkala. Kegiatan yang berlangsung pada pukul 08.30 hingga 11.00 WIB tersebut berjalan lancar dan dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain kader Posyandu, tenaga kesehatan (nakes) dari Puskesmas setempat, perangkat desa, serta Bhabinkamtibmas selaku unsur keamanan desa. Tak ketinggalan, puluhan ibu balita dan masyarakat sekitar turut berpartisipasi aktif.

Desa Kwadungan Lor terbagi menjadi empat kelompok atau empat dusun. Salah satunya adalah Posyandu Semesta Nuri 1 yang memiliki sekitar 30 peserta balita. Pada bulan ini, para nakes dari Puskesmas memberikan edukasi khusus mengenai upaya pencegahan stunting.
“Ibu-ibu yang memiliki balita hendaknya lebih peka dan memperhatikan tumbuh kembang anaknya. Perhatikan asupan gizi, dan segera periksakan anak jika ditemukan hambatan dalam tumbuh kembangnya. Stunting harus kita cegah, dimulai dari keluarga sendiri. Saya harap ibu-ibu rutin membawa anaknya ke posyandu untuk ditimbang dan dipantau kesehatannya,” tutur salah satu tenaga kesehatan dari Puskesmas.
Selain sosialisasi tentang stunting, para kader juga melakukan pencatatan gizi balita serta memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita di wilayah Kwadungan Lor. Kegiatan ini menjadi bentuk intervensi gizi terpadu yang melibatkan peran aktif masyarakat.
Kepala Desa Kwadungan Lor, Bapak Sutriyono, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja para kader Posyandu serta antusiasme warga. Menurutnya, Posyandu Nuri merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus prioritas utama dalam pembangunan desa.
“Pemerintah desa terus mendukung penuh, mulai dari penyediaan sarana prasarana, insentif bagi kader, hingga program pemberian makanan tambahan. Target kami, angka stunting semakin turun, kesadaran kesehatan masyarakat meningkat, dan pelayanan bisa merata ke seluruh dusun,” tegasnya.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, aparat keamanan, dan masyarakat, Posyandu Balita “Nuri” diharapkan menjadi model pelayanan kesehatan anak yang berkelanjutan dan berdampak nyata. (DenMar)
