KAI Daop 7 Madiun Gelar Kampanye Anti Pelecehan Seksual
Wujudkan Ruang Publik Aman, KAI Daop 7 Madiun Ganding Komunitas Pencinta Kereta Api Gelar Kampanye Anti Pelecehan Seksual
MADIUN – sadap99.com
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan. Kali ini, menggandeng komunitas pencinta kereta api RF Pecel +63 Madiun, Daop 7 menggelar kampanye dan sosialisasi anti pelecehan seksual yang berfokus pada edukasi serta langkah-langkah preventif di lingkungan stasiun dan di atas kereta api.
Kegiatan ini melibatkan generasi muda dari komunitas guna memberikan ruang bagi mereka untuk berkontribusi dalam aksi positif. Beragam aktivitas dilakukan, antara lain penandatanganan petisi sebagai bentuk komitmen bersama menolak segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual, edukasi langsung kepada para pelanggan, serta pemasangan spanduk dan mockup yang berisi imbauan kampanye anti kekerasan seksual.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat sekaligus memberikan wadah bagi pemuda untuk berkontribusi secara nyata.
“Melalui kolaborasi dengan RF Pecel +63 Madiun, kami ingin memberi ruang bagi generasi muda untuk menyebarkan pesan positif. Kami mengedukasi pelanggan agar berani bersuara, berani melapor, dan tidak ragu meminta pertolongan apabila mengalami atau menyaksikan indikasi pelecehan seksual,” ujar Tohari.
KAI menegaskan sikap tegasnya dengan menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya pelanggan setia kereta api, bahwa perusahaan memiliki kebijakan nol toleransi terhadap tindakan asusila. Tohari menambahkan, KAI akan memberikan sanksi tegas bagi pelaku pelecehan, baik yang terjadi di area stasiun maupun di dalam kereta.
“KAI tidak memberi toleransi terhadap segala bentuk pelecehan seksual. Oknum yang terbukti melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi administratif tegas, termasuk dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) sehingga tidak dapat menggunakan layanan kereta api dalam jangka waktu tertentu hingga permanen,” tegas Tohari.
Kegiatan edukasi ini diharapkan dapat mendorong seluruh pelanggan untuk saling menjaga, peduli, serta berani bertindak apabila melihat tindakan yang mengganggu keamanan. Sebagai upaya peningkatan layanan, KAI juga telah menghadirkan fitur Female Seat Map di aplikasi Access by KAI, yang memudahkan pelanggan perempuan untuk melihat posisi tempat duduk berdasarkan gender penumpang di sekitarnya.
KAI Daop 7 Madiun berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang tidak hanya selamat dan tepat waktu, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan serta perlindungan terhadap seluruh pelanggan. (Edy)
