DIYHOMESleman

Monitoring Ketersediaan Hewan Kurban Jelang Hari Raya Idul Adha 2026

Sleman – Sadap99.com
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, S.E., beserta instansi terkait melakukan monitoring langsung ke lapangan, yakni kandang peternak sapi Kelompok Karya Tunggal Nyamplung, Balecatur, dan Pasar Hewan Ambarketawang. Monitoring ini terkait ketersediaan hewan kurban jelang Hari Raya Idul Adha pada Selasa, 5 Mei 2026.

Turut mendampingi Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, yaitu Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Rofiq Andriyanto, S.Hut., M.T.; Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo; Kepala Deputi Bank Indonesia, Hermanto; Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sleman, Budi Santodo; Kepala Satpol PP, Indra Darmawan; serta pimpinan instansi terkait lainnya.

Tujuan monitoring:

· Memastikan ketersediaan daging kurban yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) jelang Hari Raya Idul Adha, serta pemeriksaan tempat pemotongan hewan kurban.
· Pemantauan ini dalam rangka memastikan persiapan hewan kurban jelang hari raya Idul Adha, meliputi pemantauan di pasar tiban dan kelompok-kelompok peternak untuk mengetahui ketersediaan ternak kurban di Kabupaten Sleman tahun 2026 sebagai berikut:
· Sapi : 3.854 ekor
· Kambing : 4.002 ekor
· Domba : 7.811 ekor

Estimasi kebutuhan ternak kurban tahun 2026:

· Sapi : 9.235 ekor
· Kambing : 3.050 ekor
· Domba : 15.750 ekor

Menurut Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, kegiatan pemantauan di pasar hewan kurban sudah rutin dilakukan setiap tahun dengan sasaran utama kandang kelompok ternak di wilayah Kabupaten Sleman. Terdapat sekitar 549 kandang kelompok ternak binaan (477 kandang kelompok).

Pemantauan di kelompok ternak dilakukan dengan kunjungan monitoring pada Pusat Pelayanan Terpadu Hewan (Yanduwan) yang rutin dilakukan oleh petugas dari Puskeswan di Kabupaten Sleman. Pengawasan bibit ternak dan pengawas mutu pakan bekerja sama dengan penyuluh pertanian.

Pasar Hewan Kurban

Pemantauan pasar hewan kurban dilakukan oleh Tim Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman bekerja sama dengan petugas Puskeswan setempat dan juga dari Fakultas Peternakan UGM, tutur Pj. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kab. Sleman, Rofiq Adriyanto, S.Hut., M.T.

Lebih lanjut, Rofiq menjelaskan bahwa pemantauan di pasar hewan kurban dilakukan setiap pasaran Pahing, berkaitan dengan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang belum zero case dan kewaspadaan terhadap penyakit antraks.

Untuk mengendalikan penyakit PMK, pemerintah secara tetap melaksanakan vaksinasi PMK sehingga diharapkan ternak yang beredar di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sleman, adalah ternak yang sehat dan bebas PMK, tuturnya.

Pemeriksaan Terhadap Hewan Kurban

Pemeriksaan terhadap hewan kurban dilakukan dengan memeriksa fisik hewan dan keterangan asal ternak. Ternak yang dijual di pasar hewan kurban (kambing atau domba) berasal dari lokal Kabupaten Sleman, Muntilan, Magelang, Gunungkidul, Temanggung, Wonosobo, dan Klaten. Sedangkan untuk hewan sapi, di kelompok ternak ada yang didatangkan dari lokal Kabupaten Sleman, Gunungkidul, Kulonprogo, Magelang, dan Klaten.

Jelang Hari Raya Idul Adha tahun 2026, situasi Pasar Hewan Ambarketawang, Gamping, Sleman, mengalami kenaikan jumlah ternak sekitar kurang lebih 10%. Kisaran kenaikan harga untuk kambing/domba antara Rp500.000 hingga Rp1.000.000 per ekor. Untuk hewan sapi, kenaikan berkisar Rp1.000.000 hingga Rp2.000.000 per ekor.

Data titik penjualan hewan kurban tahun 2025 lalu sebanyak 362 titik yang tersebar di wilayah Kabupaten Sleman.

Jumlah petugas pemantauan hewan kurban tahun 2026 yang diterjunkan meliputi:

· PNS : 152 orang
· Non-PNS : 110 orang

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman telah melakukan koordinasi dengan Dewan Masjid Kabupaten Sleman, LDII Sleman, MTA Sleman, Muhammadiyah Sleman, dan juru sembelih halal. Mereka telah sepakat melakukan imbauan penggunaan wadah ramah lingkungan dengan memilih besek sebagai alternatif kemasan daging kurban.

Terkait hal tersebut, sekitar 197 pengrajin anyaman bambu telah siap untuk memasok kebutuhan kemasan daging kurban. Penggunaan besek sebagai kemasan daging kurban dapat mendorong kampanye penggunaan kemasan ramah lingkungan secara berkelanjutan.

(Piter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *