SMK Ibu Pakusari Jember Kukuhkan Diri sebagai Pelopor Hari Santri Nasional 2026
JEMBER — sadap99.com
Ribuan pelajar tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga SMK Ibu Pakusari Jember bersama dewan guru dan pengurus yayasan menggelar kirab santri meriah pada Kamis (22/10/2026).
Rute kirab dimulai dari halaman SMK Ibu Pakusari menuju Pasar Mayang, berputar hingga SPBU Mayang, dan kembali lagi ke sekolah dengan jarak tempuh sekitar 3 kilometer. Sepanjang perjalanan, barisan kirab yang diiringi oleh kelompok drumband SMK Ibu Pakusari turut disemarakkan dengan pertunjukan kesenian khas Jember, yaitu Can Macanan Kaduk. Berbagai atraksi menarik ini mendapat sambutan antusias dan dielu-elukan oleh warga di sepanjang rute yang dilalui.
Pelepasan kirab dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 ini dilakukan langsung oleh Pengasuh Yayasan Ibu Pakusari Jember, KH. Moch. Hafidi, S.Sos., didampingi oleh Kepala SMK Ibu Pakusari Jember, Moch. Muslim, S.Pd.Gr. Acara ditandai dengan pelepasan balon udara dan burung merpati, yang disambut meriah oleh para tamu undangan serta masyarakat.

Kepala SMK Ibu Pakusari Jember, Moch. Muslim, S.Pd.Gr., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu mengamankan jalannya kegiatan. Pengamanan bersama ini melibatkan jajaran Koramil, Polsek, Satpol PP Kecamatan Pakusari, serta unsur lainnya sehingga acara dapat berlangsung lancar, aman, dan kondusif.
Sementara itu, Wakil Kepala Kurikulum SMK Ibu Pakusari Jember, Desta Wandiyana, S.Pd.Gr., saat ditemui di lokasi mengungkapkan bahwa Peringatan HSN 2026 yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” merupakan bentuk penghargaan nyata terhadap jasa para ulama, santri, dan pesantren dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
“Di Kabupaten Jember, Yayasan Ibu Pakusari merupakan pelopor yang secara rutin setiap tahun konsisten mengadakan kegiatan kirab santri,” ujar Desta Wandiyana. Ia menambahkan, perayaan Hari Santri secara nasional tidak sekadar diperingati secara seremonial, melainkan menjadi identitas khas yang lekat dengan SMK Ibu, khususnya di wilayah Kabupaten Jember bagian timur.

“Tujuannya yang pertama adalah mengenang jasa para kiai dan ulama. Kedua, menanamkan kecintaan budaya sejak dini kepada siswa agar tidak punah, serta mematahkan stigma bahwa santri adalah generasi yang kolot atau ketinggalan zaman. Para santri kita memiliki keunggulan ganda (double skills): tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan umum, tetapi juga memiliki pendalaman ilmu agama yang kuat berbasis pesantren,” tegasnya.
Desta berharap momentum Hari Santri Nasional ini tidak berhenti pada kemeriahan seremonial semata. Lebih dari itu, ia berpesan agar para siswa kelak setelah lulus dapat menjadi generasi yang bermanfaat, tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat.
Sebagai puncak rangkaian acara HSN 2026, halaman SMK Ibu Pakusari disemarakkan oleh penampilan drama kolosal yang diperankan oleh para siswa-siswi. Pertunjukan tersebut mengisahkan perjuangan heroik para santri dan ulama dalam mengusir penjajah kolonial Belanda. Aksi teatrikal yang memukau ini sukses menjadi tontonan luar biasa yang menghibur sekaligus menumbuhkan jiwa nasionalisme bagi siapa saja yang menyaksikannya.
Pewarta: Suyanto
