Sleman Sambut Liburan Sekolah 2026
Perkuat Pendidikan, Lestarikan Sejarah, dan Jamin Keamanan Masyarakat
Sleman, Sadap99.com
Menjelang musim libur sekolah tahun 2026, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman menggelar press conference bertajuk “Sleman Menyambut Liburan Sekolah 2026: Memperkuat Pendidikan, Melestarikan Sejarah, dan Menjamin Keamanan Masyarakat”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman pada Kamis, 4 Juni 2026.
Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, di antaranya:
-
Kus Endarto, S.E., M.Ec.Dev. (Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman), menyampaikan materi tentang Kesiapan Destinasi Wisata Menyambut Liburan Sekolah.
-
Dwi Warni Yuliastuti, A.P., M.Pd. (Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman), menyampaikan materi tentang Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI).
-
Joko Dwi Haryadi, S.P., M.Si. (Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Sleman), menyampaikan materi tentang Peringatan Hari Bersejarah “Kembalinya Jogja” 29 Juni 2026.
-
Bambang Kuntoro, A.P., M.Si. (Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah/BPBD), menyampaikan materi mengenai Penanganan Kejadian Kebakaran Berulang di Kasuran, Margomulyo, Seyegan.
Jalannya diskusi dipandu langsung oleh Sekretaris Dinas Kominfo Sleman, Aisyah Insyati Suryani, S.E., M.Si.
Kesiapan dan Prediksi Pariwisata Sleman
Dalam pemaparannya, Kus Endarto mengungkapkan bahwa berdasarkan data sementara hingga 31 Mei 2026, jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi pariwisata di wilayah Sleman telah mencapai 3.069.511 kunjungan. Angka tersebut didominasi oleh wisatawan nusantara sebesar 97,97% atau setara dengan 3.007.123 kunjungan.
“Tiga besar destinasi pariwisata yang menjadi pilihan utama wisatawan adalah Candi Prambanan, kawasan Kaliadem, dan kawasan Kaliurang,” ujar Kus Endarto.
Menjelang musim libur sekolah 2026, pergerakan wisatawan diprediksi akan melonjak sekitar 300.000 hingga 450.000 kunjungan. Tingkat hunian hotel (occupancy rate) diperkirakan berada di angka 40%–60% dengan rata-rata lama tinggal (length of stay) 1,5 hingga 2 hari. Perputaran uang dari sektor pariwisata ini diproyeksikan berkisar antara Rp337,5 miliar hingga Rp1,26 triliun.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman akan segera mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026
Di sektor pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman bersiap menggelar agenda besar bertajuk Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026. Mengusung tema “Membangun Ekosistem Pendidikan untuk Masyarakat Sembada”, acara ini akan berlangsung pada 1–2 Juli 2026 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Acara ini rencananya dihadiri oleh 350 peserta, termasuk tamu undangan dari pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, pengawas sekolah, tenaga kependidikan, media, anggota legislatif pusat, serta peserta terpilih yang akan menampilkan poster gagasan inovasi.
KPI 2026 akan mengangkat sejumlah isu krusial, antara lain:
-
Pendidikan yang berkualitas dan terjangkau
-
Pendidikan dan perubahan iklim
-
Pendidikan dan disrupsi teknologi
-
Tata kelola dan anggaran pendidikan
-
Isu gender, disabilitas, serta inklusi sosial agar pendidikan semakin berpihak pada semua anak dan kelompok rentan.
Sebagai acara puncak, akan digelar Tour Sleman pada tanggal 3 Juli 2026. “Kami berharap melalui KPI 2026 ini dapat tercipta ruang temu, ruang belajar, dan ruang kolaborasi bagi berbagai daerah di Indonesia,” tutur Dwi Warni Yuliastuti.
Kelestarian Sejarah dan Nilai Perjuangan
Sementara itu, Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai sejarah perjuangan kemerdekaan. Sebagai bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kabupaten Sleman memiliki tanggung jawab moral untuk mewariskan nilai-nilai tersebut kepada generasi muda.
Sejalan dengan komitmen itu, Dinas Kebudayaan akan menyelenggarakan Peringatan Hari Bersejarah “Kembalinya Jogja” 29 Juni 2026 dengan tema “Jogja Kembali: Diplomasi Perjuangan dan Semangat Kebangsaan untuk Generasi Masa Kini”.
Rangkaian acara akan diisi dengan sarasehan sejarah dan sosiodrama “Kembalinya Jogja” yang menggambarkan situasi Yogyakarta pasca-Agresi Militer Belanda II.
“Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 23 Juni 2026 mendatang, bertempat di Museum Monumen Yogya Kembali (Monjali),” pungkas Joko Dwi Haryadi.
(Piter)
