Dusun Banjar Ngawi Gelar Bersih Desa Penuh Makna dan Sarat Nilai Budaya
Ngawi, sadap99.com
2 Juni 2026 – Warga Dusun Banjar, Desa Ngawi, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, kembali melestarikan tradisi luhur leluhur dengan menggelar acara Bersih Desa, yang dikenal juga dengan nama Nyadran, lengkap dengan pagelaran seni budaya wayang kulit. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Panitia Bersih Desa Dusun Banjar sebagai wujud rasa syukur atas karunia Allah SWT sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Acara berlangsung meriah dan khidmat, dimulai sejak pagi hari di area makam leluhur Dusun Banjar, dilanjutkan dengan pertunjukan wayang kulit di Balai Dusun Banjar hingga malam hari. Rangkaian kegiatan terbagi menjadi dua bagian utama.
Bagian pertama, tradisi Nyadran, kenduri, dan doa bersama berlangsung pukul 08.30 WIB. Di lokasi makam leluhur, warga berkumpul untuk berdoa bersama dan mengadakan kenduri sebagai ungkapan syukur atas kesehatan, keselamatan, dan berkah yang senantiasa diberikan Tuhan kepada seluruh warga desa. Suasana penuh kekeluargaan dan penghormatan terhadap warisan budaya terasa kental selama kegiatan berlangsung.
Memasuki malam, perayaan berlanjut ke Balai Dusun Banjar dengan acara puncak: Pagelaran Wayang Kulit yang dimulai pukul 21.00 WIB hingga selesai. Diiringi alunan gamelan dan cerita pewayangan yang dibawakan oleh Ki Dalang Gito, warga dari berbagai usia berkumpul menikmati pertunjukan seni asli Nusantara ini. Wayang kulit tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media penyampaian pesan moral, kebijaksanaan hidup, dan nilai-nilai luhur yang menjadi pegangan masyarakat desa.
Kepala Desa Ngawi, Eko Budi Sudarmanto, dalam sambutannya menyampaikan:
“Saya sangat mengapresiasi dan bangga atas inisiatif serta kerja keras seluruh panitia dan warga Dusun Banjar yang terus berupaya melestarikan adat istiadat dan budaya leluhur. Tradisi Nyadran ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan bentuk penghormatan kita kepada para pendahulu, ungkapan rasa syukur atas segala nikmat, serta momen berharga untuk mempererat persaudaraan. Di tengah arus zaman yang terus berubah, menjaga tradisi ini adalah cara kita menjaga jati diri sebagai masyarakat yang berbudaya dan beradab. Pagelaran wayang kulit malam ini adalah kekayaan seni yang tak ternilai. Mari kita terus bersatu, bergotong royong, dan menjaga keharmonisan demi kesejahteraan bersama.”
Sementara itu, Warto, Ketua Panitia Bersih Desa Dusun Banjar, mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa, para tokoh masyarakat, serta seluruh warga Dusun Banjar dan sekitarnya yang telah berkenan hadir dan berpartisipasi.
“Kegiatan ini kami selenggarakan atas dasar keinginan kuat untuk melestarikan warisan budaya leluhur. Acara ini adalah wujud syukur kita kepada Allah SWT atas perlindungan dan rezeki yang diberikan sepanjang tahun. Momen ini juga menjadi sarana terbaik untuk bersilaturahmi dan mempererat persaudaraan, karena persatuan adalah kekuatan utama kita membangun dusun dan desa yang lebih baik. Terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu, baik tenaga, pikiran, maupun materi. Kami sadar masih ada kekurangan, namun kebersamaan Bapak/Ibu/Saudara sekalian adalah hadiah terindah bagi kami panitia. Semoga melalui Bersih Dusun ini, Desa Ngawi senantiasa diberkahi, dijauhkan dari marabahaya, dan semakin maju serta sejahtera.”
Acara Bersih Desa dan pagelaran seni ini ditutup dengan harapan semangat melestarikan budaya terus tumbuh di hati setiap warga, serta tradisi ini menjadi ikatan persatuan yang kokoh bagi masyarakat Desa Ngawi di masa mendatang.
(DenMar)
