DIYHOME

Sinergi Pengamanan Mudik dan Idul Fitri: Sleman Siap Aman, Tertib, dan Lancar

Sleman – sadap99.com
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman menggelar konferensi pers terkait persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mengusung tajuk “Sinergi Pengamanan Mudik dan Idul Fitri untuk Sleman yang Aman, Tertib, dan Lancar”, acara ini menghadirkan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Sleman. Kegiatan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada Kamis (12/3/2026).

Kepala Dinas Kominfo Sleman, Budi Santoso, ST., M.Eng., hadir membuka sekaligus memandu jalannya konferensi pers. Hadir sebagai narasumber dan penyampai materi, yaitu:

1. Heri Kuntadi, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, dengan materi “Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026: Aman, Lancar, dan Berkeselamatan”.
2. Indra Darmawan, S.Sos, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman, dengan materi “Sleman Siaga Lebaran: Posko dan Patroli Keamanan Ditingkatkan”.
3. Fauzan Ma’ruf, ST, Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kabupaten Sleman, dengan materi “Kesiapan Infrastruktur Jalan Kabupaten Dalam Rangka Persiapan Libur Lebaran 2026”.
4. Kompol Masnoto, S.Pd, Kabag Ops Polresta Sleman, dengan materi “Pengamanan Arus Mudik dan Perayaan Idulfitri di Wilayah Sleman”.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman dalam pemaparannya menyampaikan bahwa berbagai upaya telah dipersiapkan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan libur Lebaran 2026, khususnya arus lalu lintas. Rekayasa lalu lintas akan mulai diberlakukan pada 14 Maret 2026 hingga pasca lebaran.

“Kami telah mempersiapkan skenario pengaturan arus kendaraan pemudik, di antaranya menentukan jalan alternatif beserta rambu-rambunya, serta upaya menjamin keselamatan lalu lintas. Termasuk uji kelayakan kendaraan bagi angkutan umum, bus pariwisata, maupun jeep wisata,” ujarnya.

“Kami dari Dishub berkolaborasi dengan berbagai stakeholder lainnya seperti Dinkes, Satpol PP, dan Kepolisian,” tutur Heri.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi antara tanggal 14 hingga 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan antara tanggal 24 hingga 29 Maret 2026. Pendirian dan operasional Posko Lebaran di beberapa jalan utama akan dimulai pada 14 hingga 29 Maret 2026 untuk membantu kelancaran arus mudik Lebaran tahun 2026.

“Penerangan Jalan Umum (PJU) terus kami benahi dan perbaiki di berbagai titik strategis. Patroli juga akan dilakukan setiap hari bersama beberapa instansi terkait lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman, Indra Darmawan, menyatakan pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan selama Idul Fitri 1447 H dengan menerjunkan personel pengamanan Ramadan dan mudik. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain:

· Pengamanan Posko Terpadu bekerja sama dengan TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan untuk memastikan situasi aman selama libur lebaran.
· Patroli wilayah dan objek wisata.
· Penertiban pasar tumpah untuk mencegah kemacetan arus lalu lintas.
· Pengawasan tempat hiburan untuk memastikan tempat hiburan malam dan objek wisata mematuhi aturan.
· Koordinasi bersama Forkopimda untuk memperkuat koordinasi antar unsur dalam menjaga stabilitas daerah.
· Antisipasi gangguan kamtibmas dengan memantau tempat kerumunan remaja guna mencegah gangguan ketertiban umum.

“Selain itu, kami juga telah berkoordinasi dan mengirimkan Surat Edaran kepada para Panewu dan Lurah se-Kabupaten Sleman tentang pedoman penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum selama masa libur Idul Fitri tahun 2026,” tutur Indra Darmawan.

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Sleman, Kompol Masnoto, menyampaikan kesiapan institusinya dalam rangka pengamanan arus mudik Idulfitri 1447 H. Polresta Sleman telah mempersiapkan personel pengamanan dan rencana pendirian posko, yaitu: 1 Posko Terpadu, 2 Pos Pengamanan (Pos Pam), dan 1 Pos Pelayanan (Pos Yan) dengan sandi Operasi Ketupat Progo 2026.

Kegiatan pengamanan lebaran ini melibatkan instansi terkait lainnya dengan kekuatan gabungan sekitar 1.400 personel, yang terdiri dari Basarnas, Angkasa Pura, Jaga Warga, Senkom, Orari, Pramuka, dan lainnya. Dari jajaran Polresta Sleman sendiri akan menerjunkan 1.071 personel, serta disiapkan personel cadangan di luar satuan tugas (satgas) Operasi Ketupat. Mereka akan ditempatkan di titik-titik rawan kemacetan saat malam takbiran dan pengamanan salat Idul Fitri 1447 H.

“Dukungan penguatan dari instansi terkait lainnya terdiri atas TNI, Dishub, Satpol PP, dan instansi lain sebagai pendukung pelaksanaan pengamanan, di samping personel BKO (Bawah Kendali Operasi) dari Polda DIY. Penambahan dukungan akan disesuaikan dengan peningkatan eskalasi kerawanan di wilayah,” pungkasnya.

(Piter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *