Seni Reog Semarakkan Bersih Desa Kelurahan Kejuron, Upaya Lestari Budaya Leluhur
MADIUN – SADAP99.COM
Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun, menggelar tradisi Bersih Desa sebagai bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus upaya melestarikan warisan budaya leluhur pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Kelurahan Kejuron ini berlangsung meriah dengan menghadirkan pertunjukan seni Reog, yang kemudian diarak menuju Lapangan Gulun.
Ratusan warga tampak memadati sepanjang rute arak-arakan hingga ke lokasi pertunjukan. Antusiasme masyarakat terlihat sejak sore hari untuk menyaksikan salah satu kesenian khas Jawa Timur tersebut, yang menjadi hiburan utama dalam rangkaian peringatan Bersih Desa tahun ini.
Agenda tahunan ini dihadiri langsung oleh Lurah Kejuron, Andyka Yuliatama Atmanegara, beserta jajaran perangkat kelurahan, unsur Tiga Pilar, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai elemen warga setempat. Kehadiran seluruh unsur ini menjadi wujud kebersamaan dalam menjaga tradisi sekaligus memperkuat hubungan sinergis antara pemerintah dan masyarakat.
Wujud Syukur dan Penguat Semangat Gotong Royong
Lurah Kejuron, Andyka Yuliatama Atmanegara, menyampaikan bahwa Bersih Desa bukan sekadar rutinitas adat, melainkan momentum penting untuk mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat dan berkah yang diterima masyarakat selama setahun terakhir.
“Melalui kegiatan Bersih Desa ini, kami berharap dalam menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Selain itu, kami juga berharap masyarakat Kelurahan Kejuron senantiasa diberikan kesejahteraan, kerukunan, dan keberkahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, tradisi ini juga menjadi sarana efektif untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, memperkokoh persatuan, serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong dalam membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis.
Reog Jadi Daya Tarik Utama
Penampilan seni Reog yang diarak dari Kantor Kelurahan Kejuron menuju Lapangan Gulun menjadi daya tarik utama sepanjang acara. Atraksi memukau dari para seniman tidak hanya berhasil menghibur warga yang menonton, tetapi juga menjadi media edukasi budaya bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai kesenian tradisional di tengah arus modernisasi.
Melalui penyelenggaraan Bersih Desa ini, Pemerintah Kelurahan Kejuron berharap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan pelestarian budaya terus mengakar kuat di tengah masyarakat. Tradisi turun-temurun ini diharapkan tetap menjadi identitas khas warga Kejuron sekaligus motor penggerak persatuan dalam mendukung program pembangunan daerah.
(EDY)
