Masjid Panggilan Sujud Direvitalisasi, Wakapolri: Bangun Karakter, Bangun Peradaban
Lembang – sadap99.com
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., meresmikan revitalisasi Masjid Panggilan Sujud di Sespim Lemdiklat Polri. Peresmian ini dilakukan dalam rangka Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
Revitalisasi tersebut ditujukan untuk memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembentukan karakter, pengembangan ilmu, serta penguatan spiritual bagi para peserta didik.
Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) tidak dapat dibangun secara instan.
“Proses dapat kita rancang, tetapi kualitas hasil tidak bisa direkayasa. Yang dapat kita kendalikan adalah kualitas hati, niat, dan ikhtiar, sedangkan hasil akhirnya merupakan ketetapan Allah SWT,” ujarnya.
Menurut Wakapolri, pendidikan kepolisian harus memadukan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Ia menekankan bahwa revitalisasi Masjid Panggilan Sujud bukan sekadar pembaruan fisik, melainkan upaya menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, musyawarah, pelayanan sosial, dan pembangunan peradaban.
“Masjid pendidikan harus menjadi tempat lahirnya pemimpin Polri yang unggul secara akademik, kuat secara spiritual, berintegritas, dan mengabdi kepada masyarakat,” lanjutnya.
Wakapolri juga mengajak seluruh peserta didik Sespim untuk menginternalisasikan semangat “Impossible is Nothing”. Ia meminta mereka meneladani kegigihan seluruh personel yang mampu tampil optimal—termasuk personel penyandang disabilitas—dalam rangkaian Hari Bhayangkara ke-80.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya reformasi pendidikan Polri melalui beberapa langkah strategis, antara lain:
-
Penerapan meritokrasi.
-
Pengembangan kepemimpinan berbasis talent pool.
-
Penyempurnaan kurikulum.
-
Pembangunan Laboratorium Kepemimpinan Digital guna mempersiapkan pemimpin Polri yang adaptif dalam menghadapi tantangan masa depan.
Peresmian revitalisasi masjid ini turut diisi dengan kuliah umum oleh K.H. Dr. Aang Ridwan, M.Ag., dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ia mengapresiasi komitmen Polri dalam memperkuat dimensi spiritual melalui revitalisasi rumah ibadah tersebut.
“Nama Panggilan Sujud mengingatkan kita untuk selalu sadar waktu, sadar umur, dan sadar amal. Masjid ini diharapkan menjadi pusat silaturahmi, majelis ilmu, ruang diskusi, sekaligus tempat membentuk pribadi-pribadi yang berkualitas,” ungkap K.H. Aang Ridwan.
Ia juga berharap Polri dapat terus menjaga keutuhan NKRI, melanjutkan reformasi ke arah yang lebih baik, serta menjadi institusi yang semakin dicintai oleh masyarakat.
Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud menjadi salah satu rangkaian penting Peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Momentum ini menegaskan bahwa transformasi Polri tidak hanya diwujudkan melalui modernisasi organisasi, tetapi juga melalui penguatan karakter, spiritualitas, dan kepemimpinan yang berlandaskan integritas serta pengabdian kepada masyarakat.
Pewarta: sp/hms
