DIY

Polda DIY Gencarkan Operasi Pekat dan KRYD

Yogyakarta – sadap99.com

Menjelang dan selama bulan suci Ramadan, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama jajaran Polres/Polresta dan instansi terkait terus mengintensifkan kegiatan kepolisian. Langkah ini bertujuan untuk mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif di seluruh wilayah DIY.

Sebagai langkah awal, Polda DIY telah melaksanakan operasi minuman keras (miras) dalam beberapa hari terakhir. Operasi ini berhasil menyita sebanyak 3.509 botol miras dari berbagai jenis dan merek. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif dan represif untuk menekan potensi gangguan kamtibmas yang kerap dipicu oleh konsumsi minuman beralkohol.

Selanjutnya, Polda DIY akan kembali menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dijadwalkan berlangsung selama 10 hari. Sasaran operasi ini meliputi praktik perjudian, prostitusi, peredaran miras, kenakalan remaja, tawuran antar pelajar, serta penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Kejahatan jalanan menjadi salah satu prioritas utama dalam operasi tersebut. Hal ini didasarkan pada analisis dan evaluasi (anev) serta data tahun-tahun sebelumnya yang menunjukkan kecenderungan peningkatan kasus kejahatan jalanan menjelang dan selama bulan Ramadan. Berdasarkan data penindakan terakhir, jajaran Polda DIY berhasil mengungkap sejumlah kasus kejahatan jalanan dengan berbagai modus, di antaranya 17 kasus kepemilikan senjata tajam (sajam), 7 kasus pengeroyokan, dan 8 kasus penganiayaan. Selain itu, terdapat pula 8 kasus perjudian dan 4 kasus prostitusi yang turut ditindak.

Di samping Operasi Pekat, Polda DIY juga akan melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) selama bulan Ramadan. Kegiatan ini berfokus pada pencegahan kejahatan jalanan dan aksi tawuran yang, berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, cenderung meningkat. Kerawanan biasanya terjadi pada waktu-waktu tertentu, seperti menjelang dan sesudah sahur, serta setelah salat tarawih. KRYD akan dilaksanakan melalui patroli skala besar, razia selektif, serta penempatan personel di titik-titik rawan.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., dalam rilisnya pada Senin (16/2/2026), menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen penuh menjaga situasi tetap kondusif selama Ramadan.

“Polda DIY dan jajaran akan terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan rutin kepolisian, KRYD, maupun pelaksanaan Operasi Pekat. Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan jalanan, peredaran miras, maupun tindak pidana lainnya yang dapat mengganggu kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melaksanakan sahur on the road dan menyalakan petasan. Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para orang tua, untuk berperan aktif meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya.

“Kami mengajak para orang tua agar lebih peduli dan meningkatkan pengawasan terhadap putra-putrinya, terutama pada malam hari. Jangan sampai anak-anak kita terlibat dalam aksi tawuran atau pergaulan yang berisiko melanggar hukum. Sinergi dan kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tuturnya.

Dengan berbagai langkah preventif dan represif tersebut, Polda DIY berharap pelaksanaan ibadah Ramadan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta tahun ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh ketenangan.

Pewarta: Ome

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *