Polda DIY Gelar Apel Pasukan Ops Progo 2026
Polda DIY Gelar Apel Pasukan Ops Progo 2026: Kapolda DIY Pastikan Keamanan Pemudik
Yogyakarta – Sadap99.com
Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) menggelar Apel Pasukan Operasi (Ops) Progo 2026 di Halaman Markas Komando (Mako) Polda DIY pada Kamis (12/3/2026).
Apel pasukan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DIY, Danrem 072/Pamungkas, Danlanal Yogyakarta, Danlanud Adisucipto, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DIY, Ketua Umum PMI DIY, serta para pejabat utama di lingkungan Polda DIY.
Usai memimpin apel, Kapolda DIY memberikan keterangan kepada media. Ia menyampaikan bahwa apel kesiapan pasukan dalam rangka Operasi Ketupat Progo 2026 ini bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan personel Polri, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) terkait. Kesiapan ini untuk memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat yang akan melaksanakan ibadah, merayakan Idul Fitri, serta berlibur di Yogyakarta.
“Apel ini untuk memastikan kesiapan personel maupun peralatan guna mengantisipasi lonjakan pengunjung atau wisatawan yang diprediksi mencapai 8,2 juta orang, berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia,” ujarnya.
Kapolda menambahkan bahwa tugas pihaknya adalah mengantisipasi kedatangan wisatawan tersebut melalui pola-pola pengamanan yang telah disiapkan. “Kami siapkan 25 pos pengamanan dan pelayanan untuk melayani masyarakat. Pos-pos tersebut kami tempatkan di lokasi-lokasi strategis yang diprediksi akan mengalami peningkatan arus dan kepadatan wisatawan selama Operasi Ketupat Progo 2026. Hal ini untuk memastikan kegiatan masyarakat, baik liburan maupun ibadah, berjalan dengan aman. Pos pelayanan dan pos pengamanan akan beroperasi 24 jam selama 13 hari operasi. Personel pengamanan Ops Ketupat Progo dilaksanakan secara terpadu bersama dengan stakeholder terkait.”
Adapun instansi yang terlibat meliputi TNI, Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, Kementerian Agama, PMI, Dinas Perhubungan, dan instansi lainnya.
Mengenai prediksi jumlah kedatangan wisatawan atau pemudik ke Yogyakarta sebanyak 8,2 juta orang selama 13 hari operasi, Kapolda menjelaskan upaya antisipasi di lapangan. “Seperti penggunaan jalan tol dan exit tol Purwomartani, penggunaan tol baru ini sudah kami kaji. Personel dan peralatan pun telah kami siapkan untuk mengantisipasi situasi,” tegas Kapolda DIY.
Kapolda DIY memastikan bahwa Operasi Ketupat Progo 2026 akan berjalan dengan aman, kondusif, dan terkendali. Dalam rangka memantau situasi secara real-time di titik-titik strategis, pihaknya akan mengerahkan 21 unit drone.
“Penggunaan drone ini sangat efektif. Berdasarkan pengalaman saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu, kami mengoperasikan 11 drone dan sangat efektif mendeteksi situasi kemacetan di titik-titik strategis secara real-time. Maka, pada kegiatan Operasi Ketupat Progo kali ini, kami kerahkan 21 drone. Hal ini untuk memantau titik-titik strategis seperti wilayah rawan kemacetan, dan juga untuk memberikan informasi secara real-time kepada masyarakat guna mengurangi ketidaktahuan masyarakat terhadap situasi yang sedang terjadi,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa penggunaan drone juga sangat efektif untuk mempercepat gerak Tim Urai melalui pos-pos pantauan terdekat. Tim dapat merespons situasi dengan cepat di titik-titik yang berpotensi menimbulkan kemacetan arus mudik, sekaligus memberikan informasi mengenai jarak tempuh yang aman. pungkasnya.
(Piter)
