Pemkab Jember Pastikan Stok BBM Aman dan Melimpah Menjelang Lebaran
JEMBER – sadap99.com
Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan bahwa ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayahnya dalam kondisi aman, bahkan melimpah. Hal ini disampaikan menyusul rapat koordinasi (rakor) yang digelar pada Sabtu (7/3/2026) bersama jajaran kepolisian, Pertamina, Hiswana Migas, dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Rakor tersebut merupakan langkah cepat pemerintah daerah dalam merespons peningkatan pembelian BBM di sejumlah SPBU beberapa hari terakhir. Dalam pertemuan itu, seluruh pihak sepakat memastikan distribusi BBM tetap lancar dan tidak ada gangguan pasokan di Kabupaten Jember.
Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan bahwa berdasarkan data dari Pertamina, stok BBM di Jember tidak hanya cukup, tetapi juga tersedia dalam jumlah berlebih. Bahkan, pasokan terus ditambah untuk menjaga stabilitas ketersediaan energi bagi masyarakat.
“Pada Jumat (6/3/2026), Kabupaten Jember mendapat tambahan distribusi sekitar 100 ribu liter BBM. Keesokan harinya, Sabtu (7/3/2026), kembali dilakukan penambahan sekitar 300 ribu liter BBM untuk memperkuat pasokan di seluruh SPBU,” ungkapnya.
Dengan tambahan tersebut, pemerintah memastikan stok BBM di Jember akan mencukupi hingga Hari Raya Idul Fitri, bahkan setelahnya. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying, karena justru berpotensi memicu antrean panjang, terutama di SPBU perkotaan.
Berdasarkan pemantauan, tren pembelian BBM mulai menunjukkan penurunan. Jika dibandingkan antara Kamis (5/3/2026) dan Jumat (6/3/2026), volume pembelian mulai mendekati pola konsumsi normal. Antrean kendaraan memang masih terlihat di beberapa SPBU kota, namun di wilayah pinggiran dan luar kota, antrean relatif lebih pendek.
“Stok BBM kita aman, bahkan melimpah. Masyarakat Jember tidak perlu khawatir. Tidak perlu panic buying, karena Pertamina akan terus menambah pasokan,” tegas Gus Fawait.
Sebagai langkah pengawasan, Pemkab Jember bersama Polres Jember, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan akan melakukan pemantauan langsung di SPBU. Langkah ini untuk mengantisipasi oknum yang membeli BBM dalam jumlah besar untuk ditimbun atau dijual kembali dengan harga tinggi.
Petugas akan memberikan peringatan terlebih dahulu. Namun jika tetap dilakukan, pihak kepolisian akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.
Pemerintah juga memantau potensi kenaikan harga BBM di tingkat eceran. Bersama aparat kepolisian hingga tingkat polsek, pemda akan memastikan tidak ada pihak yang mengambil keuntungan secara tidak wajar.
Gus Fawait optimistis situasi akan segera pulih. Berdasarkan laporan Pertamina dan tim pemantau di lapangan, kondisi pembelian BBM mulai menunjukkan tren normalisasi.
“Insyaallah kondisi ini segera kembali normal. Mari kita fokus menyambut hari-hari terakhir Ramadan dengan kegiatan ibadah yang penuh keberkahan,” pungkasnya.
Pewarta: Suyanto
