LPP RRI Madiun Gelar Ruwatan Massal dalam Rangka Gelar Budaya
MADIUN – sadap99.com
Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Madiun menggelar ruwatan massal sebagai rangkaian acara Gelar Budaya, Minggu (28/6/2026). Ruwatan ini bertujuan untuk menghilangkan energi negatif, menyucikan diri, serta memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar terhindar dari mara bahaya.
Sebelum prosesi ruwatan dimulai, panitia menyiapkan setidaknya 57 macam sesaji yang terdiri atas hasil bumi, perkakas dapur, air dari tujuh sumur, dan perlengkapan lainnya.
Rangkaian prosesi ruwatan diawali dengan kirab sukerta, dilanjutkan sungkeman kepada orang tua masing-masing sukerta. Setelah itu, digelar prosesi pager-pager yang dirangkai dengan pagelaran wayang kulit lakon Murwakala dan Tigas Rikmo yang dibawakan oleh dalang Ki Subandi Marsudi Carito. Para sukerta kemudian menjalani siraman menggunakan air dari tujuh sumber yang dipimpin langsung oleh Kepala RRI Madiun. Tahapan berikutnya adalah murak sesaji dan kupat luwar.
Kepala RRI Madiun, Kukuh Setyo Budi Akhrianto, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta terhadap ruwatan massal ini sangat tinggi. Sebanyak 42 peserta atau sukerta mengikuti ruwatan, tidak hanya dari Madiun, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur dan bahkan dari Bandung.
“Ruwatan ini masih memiliki perhatian di masyarakat dan mereka membutuhkannya. Atas dasar itu, kami mengadakan ruwatan. Kami melayani masyarakat yang ingin meruwat anak atau keluarganya. Jika menggelar ruwatan sendiri, biayanya tentu mahal, maka kami lakukan ruwatan massal. Intinya, menghilangkan energi negatif agar ke depannya dapat berjalan dengan energi positif,” ujarnya.
Sementara itu, dalang ruwatan, Ki Subandi Marsudi Carito, menyampaikan bahwa ruwatan harus terus dilestarikan sebagai wujud nguri-uri budaya dengan berlandaskan adat. Menurutnya, ruwatan bukan sekadar ritual, tetapi menyimpan makna mendalam untuk membuang sengkolo atau mala petaka.
“Makna ruwatan ini adalah menghilangkan hal-hal buruk yang melekat pada diri sukerta. Jika sudah hilang, maka tidak ada lagi yang mengganggu perjalanan hidup, dan jalan yang dilalui pun semakin terang,” jelasnya.
Ki Subandi berharap para peserta ruwatan senantiasa ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan keyakinan masing-masing. Ia juga mengingatkan para sukerta untuk selalu memohon doa tulus kepada Tuhan YME, Allah SWT, agar mendapatkan keselamatan lahir dan batin. (Edy)
