HOMEJATENGSENI BUDAYA

Gelar Budaya RRI Madiun 2026: Sinergi Seni Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi UMKM

MADIUN – sadap99.com

Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Madiun sukses menyelenggarakan Gelar Budaya RRI Madiun 2026. Dalam rangkaian acara tersebut, sesi dialog budaya yang mengusung tema “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat UMKM Melalui Seni Budaya” menjadi salah satu sorotan utama.

Dialog interaktif ini menghadirkan tiga tokoh penting dari berbagai latar belakang untuk mengupas tuntas potensi seni dan budaya dalam mendongkrak daya saing sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Seni Budaya sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif

Dalam sesi dialog, disimpulkan bahwa seni dan budaya tidak hanya menjadi bagian dari identitas daerah serta memiliki nilai estetika dan sejarah, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar. Berbagai produk kreatif, pertunjukan seni, hingga tradisi lokal dinilai mampu menciptakan peluang usaha, memperluas pasar UMKM, sekaligus menarik minat wisatawan. Pengelolaan potensi budaya secara berkelanjutan diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas bagi ekosistem ekonomi kreatif.

Ketua Dewan Pengawas LPP RRI, Anwar Mujahid Adhy Trisnanto, menekankan pentingnya peran media sebagai jembatan informasi dan promosi bagi sinergi antara kebudayaan dan UMKM. “RRI berkomitmen untuk terus mengudarakan dan mempublikasikan kearifan lokal agar mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat luas. Kita harus menjadi panggung bagi produk lokal,” tegas Anwar.

Tokoh masyarakat Madiun sekaligus Bupati Magetan periode 2018–2023, Suprawoto, membagikan perspektifnya mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor yang adaptif di era modern. Menurutnya, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas budaya harus berjalan beriringan. “Kolaborasi ini sangat krusial untuk membuka peluang ekonomi baru. Kita harus memastikan produk UMKM berbasis budaya memiliki daya saing yang tinggi, tidak hanya di pasar nasional tetapi juga menembus pasar global,” ujar Suprawoto.

Sementara itu, Ketua Pepadi Jawa Timur, Sinarto, menyoroti bagaimana seni pertunjukan tradisi dapat menjadi magnet penyerapan produk-produk lokal. “Setiap gelaran budaya, seperti pertunjukan wayang kulit, selalu melibatkan perputaran ekonomi yang nyata. Mulai dari sektor kuliner, kerajinan tangan, hingga jasa, semuanya langsung menyentuh dan menghidupkan ekonomi masyarakat bawah,” jelas Sinarto.

Antusiasme masyarakat terhadap dialog budaya ini cukup tinggi. Jalannya diskusi tidak hanya dipancarkan melalui frekuensi Pro 1 RRI Madiun, tetapi juga disiarkan secara langsung (live streaming) melalui kanal YouTube RRI Madiun, sehingga menjangkau pemirsa yang lebih luas di luar wilayah Madiun Raya.

Melalui kegiatan ini, LPP RRI Madiun berharap dapat memicu strategi-strategi baru yang lebih konkret dalam memanfaatkan kekayaan seni budaya lokal demi penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (Edy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *