Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026 Dipusatkan di Rusunawa
Gelar Apel Berbagai Unsur dalam Rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026 Dipusatkan di Rusunawa, Kelurahan Manguharjo, Kota Madiun
MADIUN – sadap99.com
Berbagai unsur petugas kebencanaan di Kota Madiun menggelar Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026 yang dipusatkan di Rusunawa Hayam Wuruk, Kelurahan Manguharjo, Kecamatan Manguharjo, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Plt. Wali Kota Madiun sebagai bentuk penguatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, khususnya di lingkungan permukiman bertingkat.
Apel diikuti oleh unsur gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, PMI, relawan kebencanaan, serta sejumlah instansi terkait. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi lintas lembaga sekaligus memastikan kesiapan personel dalam menghadapi situasi darurat di gedung bertingkat.
Dalam arahannya, Plt. Wali Kota Madiun menekankan pentingnya sinergi antar institusi, kecepatan respons, serta kesiapan peralatan dalam penanganan bencana.
Menurutnya, latihan seperti ini sangat penting agar seluruh personel memahami peran dan prosedur saat terjadi kondisi darurat, seperti gempa bumi, kebakaran, maupun bencana lain di lingkungan rusunawa.
Usai apel, Plt. Wali Kota juga meninjau langsung peralatan dan perlengkapan kebencanaan milik BPBD Kota Madiun yang dipamerkan di lokasi. Berbagai sarana ditampilkan, mulai dari peralatan evakuasi, tandu darurat, alat pemotong, perahu karet, hingga perlengkapan pertolongan pertama.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana selalu dalam kondisi siap digunakan saat dibutuhkan.
Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi evakuasi bencana dan sosialisasi jalur evakuasi kepada warga rusunawa. Dalam simulasi tersebut, petugas Damkar dan tim penyelamat memperagakan proses evakuasi korban yang terjebak di lantai empat gedung. Tim penyelamat menurunkan petugas dari atap gedung menggunakan tali, harness, dan peralatan khusus dalam teknik vertical rescue. Korban kemudian dievakuasi secara perlahan menggunakan tandu khusus dengan sistem tali hingga berhasil diturunkan dengan aman untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
Plt. Wali Kota Madiun menyampaikan bahwa simulasi ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Madiun dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana.
Sementara itu, Plt. Kalaksa BPBD Kota Madiun menambahkan bahwa latihan rutin seperti ini penting untuk meningkatkan keterampilan personel sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana di gedung bertingkat.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan personel semakin terlatih dan masyarakat semakin memahami prosedur keselamatan, sehingga risiko korban saat terjadi bencana dapat diminimalkan,” pungkasnya. (Edy)
