Gus Fawait Tegaskan Komitmen Jember Merawat Pesantren
Daurah Ilmiyah Bu Nyai Nusantara: Gus Fawait Tegaskan Komitmen Jember Merawat Pesantren dan Umat
JEMBER – Sadap99.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menegaskan komitmennya untuk merawat nilai-nilai pesantren dan memperkuat peran perempuan ulama. Hal ini disampaikan dalam Daurah Ilmiyah Bu Nyai Nusantara (BNN) Kabupaten Jember yang bertema “Kepemimpinan Bu Nyai dalam Menjaga Marwah Pesantren dan Umat”. Acara tersebut digelar di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu, 7 Februari 2026.
Bupati Jember, Gus Fawait, hadir langsung dalam forum yang diikuti puluhan Bu Nyai dari berbagai pesantren di Kabupaten Jember. Dalam sambutannya, Gus Fawait menyampaikan pencapaian strategis Pemkab Jember, yaitu penyatuan sistem tiket wisata Pantai Papuma dan Watu Ulo yang resmi berlaku sejak awal Januari 2026. Menurutnya, kebijakan tersebut bukan sekadar pengelolaan pariwisata, melainkan hasil dari proses lobi panjang dengan pemerintah pusat untuk mendorong kemajuan pariwisata Jember dan kawasan Tapal Kuda.
“Ini bukan hanya tentang Papuma dan Watu Ulo, tetapi bukti bahwa Jember mampu meyakinkan pemerintah pusat. Mudah-mudahan ini menjadi pertanda baik bagi masa depan Jember,” ujar Gus Fawait.
Di hadapan forum yang didominasi para Bu Nyai, Gus Fawait menekankan makna simbolis kuat dari diselenggarakannya kegiatan keagamaan di Pendopo Kabupaten. Ia menyebut, sepanjang sejarah Indonesia merdeka dan hampir satu abad berdirinya Nahdlatul Ulama (NU), baru kali ini Jember dipimpin oleh seorang bupati berlatar belakang santri.
“Tidak heran jika hari ini pendopo, alun-alun, hingga kantor pemerintahan dipenuhi kegiatan sholawatan. Ini adalah ekspresi cinta dan identitas Jember sebagai kota santri,” tuturnya.

Gus Fawait juga mengajak seluruh elemen NU, khususnya Muslimat dan Bu Nyai Nusantara, untuk memperkuat persatuan pasca-Pemilu Kepala Daerah (Pilkada). Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik telah usai dan kini saatnya menyatukan semangat (mahabbah) untuk membangun Jember Baru dan Jember Maju.
Pada kesempatan itu, Gus Fawait menyampaikan laporan kinerja pemerintahannya selama hampir satu tahun memimpin. Prioritas utamanya adalah pembenahan pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan. Sejak 1 April 2025, seluruh warga ber-KTP Jember dapat mengakses layanan berobat gratis di seluruh rumah sakit di Indonesia melalui skema Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, termasuk para santri yang mondok di dalam maupun luar daerah.
Di sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Jember mencatat sejarah dengan meluncurkan program beasiswa khusus santri. Sebanyak 2.000 santri menerima beasiswa kuliah hingga lulus di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Berbeda dari skema beasiswa pada umumnya, bantuan ini tidak hanya mencakup Uang Kuliah Tunggal (UKT), tetapi juga biaya hidup sebesar Rp500 ribu per bulan, sehingga total bantuan mencapai sekitar Rp11 juta per santri per tahun.
“Ini bukan sekadar beasiswa, tetapi pengakuan atas peran santri dan pesantren dalam menjaga NKRI sejak masa perjuangan hingga hari ini,” tegas Gus Fawait.
Daurah Ilmiyah Bu Nyai Nusantara ini menjadi penegasan posisi strategis Bu Nyai sebagai pilar kepemimpinan moral dan sosial, sekaligus mitra penting pemerintah daerah dalam membangun Jember yang religius, berkeadilan, dan berkemajuan.
Pewarta: Suyanto/*
