Gus Fawait Targetkan Angka Kemiskinan Jember Turun Drastis dalam 5 Tahun
JEMBER – sadap99.com
Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka kemiskinan secara drastis dalam lima tahun ke depan. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan (SITASKIN) di Balai Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kamis (12/2/2026).
Dalam acara tersebut, Gus Fawait tampak mendampingi Wakil Ketua Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule.
Gus Fawait membuka pernyataannya dengan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian besar pemerintah pusat terhadap persoalan kemiskinan di Jember.
“Masalah kemiskinan tidak bisa diselesaikan sendirian. Harus ada sinergi dan kolaborasi. Hari ini adalah awal kolaborasi nyata antara pemerintah daerah dan pusat melalui BP Taskin,” ujarnya.
Ia memaparkan bahwa kantong-kantong kemiskinan di Jember mayoritas berada di kawasan perdesaan, terutama di wilayah pinggir hutan, perkebunan, dan pesisir pantai. Karena itu, strategi pengentasan kemiskinan akan difokuskan di sektor-sektor tersebut, mulai dari perbaikan infrastruktur sekolah hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Pengentasan kemiskinan ini bukan sulap yang bisa selesai dalam semalam. Namun, kami berkomitmen dalam lima tahun ke depan, angka kemiskinan di Jember harus turun secara drastis dibandingkan periode sebelumnya,” tegasnya optimistis.
Sebagai wujud komitmen nyata, Pemerintah Kabupaten Jember juga menyalurkan berbagai bantuan simbolis kepada warga yang membutuhkan, mencakup sektor kesehatan, pangan, dan pendidikan.
Bantuan tersebut meliputi 200 paket Gemarikan, paket sembako senilai Rp250.000 disertai santunan tunai Rp100.000, serta distribusi paket sembako di lokasi Kampung Zakat.
Selain itu, sejumlah program strategis juga diaktifkan kembali, antara lain PBI JKN, Program Genting (perbaikan atap rumah), Program Jambanisasi, pemberian tablet tambah darah bagi anak yatim usia TK dan SD, serta bantuan Kacamata Pintar khusus bagi warga tunanetra.
“Kami juga meluncurkan Program Lansia Berdaya untuk memastikan warga senior tetap mendapatkan dukungan di masa tua,” ungkap Gus Fawait.
Ia berharap bantuan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi warga Jember untuk bangkit dan bersama-sama mewujudkan Jember yang lebih sejahtera.
Sementara itu, Wakil Ketua BP Taskin, Iwan Sumule, menyebut Kabupaten Jember sebagai salah satu daerah prioritas penanganan kemiskinan ekstrem. Ia menekankan pentingnya program yang berkelanjutan, tidak bersifat sementara, agar angka kemiskinan dapat terus ditekan secara konsisten.
“Kuncinya adalah kolaborasi dan keberlanjutan. Kami hadir untuk memastikan birokrasi tidak lagi menjadi penghambat program-program kesejahteraan rakyat,” pungkas Iwan.
Pewarta: Suyanto
