Daging Sapi Laris di Jember, Harga Naik Tembus Rp150 Ribu per Kilogram
JEMBER – sadap99.com
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, permintaan daging sapi di Kabupaten Jember meningkat tajam. Lonjakan permintaan tersebut memicu kenaikan harga yang cukup signifikan di sejumlah pasar tradisional.
Kondisi ini membuat para penjual atau pengepul daging sapi kewalahan dalam memenuhi kebutuhan. Sejumlah pedagang pun menjalin kerja sama dengan pedagang sapi dari kabupaten tetangga, seperti Banyuwangi dan Bondowoso.
Salah seorang pedagang daging sapi di Desa Sumberdanti, Kecamatan Sukowono, H. Ainun, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 ini, animo masyarakat untuk membeli daging sapi meningkat tajam. Sementara itu, persediaan sapi terbatas sehingga harga jual daging sapi di pasar naik dari Rp125 ribu per kilogram menjadi Rp150 ribu per kilogram.
“Meskipun harga daging sapi di pasar tradisional Rp140 hingga Rp150 ribu per kilogram, saya tetap menjual sesuai harga yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp135 ribu per kilogram,” ungkap Ainun.
Ia menambahkan, selama bulan ini dirinya mampu menyembelih 125 ekor sapi karena permintaan yang meningkat tajam. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 90 ekor sapi.
“Itu sudah jelas, saya pribadi sangat kesulitan terkait dengan barang atau sapi ternak. Karena dalam penerapan di lapangan, siapa cepat dia yang dapat barang,” pungkasnya.
Tingginya permintaan tersebut menjadi berkah tersendiri bagi Ainun dan para pedagang daging sapi lainnya. Stok daging yang dijualnya selalu habis karena langsung terjual setelah proses pemotongan.
Ainun berharap, tahun depan pemerintah dapat memfasilitasi keluhan para pedagang terkait minimnya stok sapi di pasaran yang menyebabkan tingginya harga daging di Jember.
Pewarta: Suyanto
