Bupati Madiun Lepas 57 Bhikkhu Lanjutkan Perjalanan Spiritual ke Borobudur
MADIUN – sadap99.com
Usai beristirahat dan menginap di Pendopo Ronggo Djoemeno Kabupaten Madiun, rombongan Bhikkhu Tudong kembali melanjutkan perjalanan spiritual menuju Candi Borobudur. Mereka akan mengikuti rangkaian peringatan Hari Raya Waisak 2026. Sebanyak 57 bhikkhu dari berbagai negara dilepas langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, pada Jumat pagi (22/5).
Suasana hangat dan penuh keakraban tampak di Pendopo Ronggo Djoemeno saat para bhikkhu bersiap melanjutkan perjalanan. Rombongan yang tergabung dalam kegiatan lintas negara “Indonesia Walk for Peace 2026” tersebut berasal dari Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Laos.
Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto. Dalam kesempatan itu, bupati memberikan semangat serta doa agar seluruh peserta dapat menyelesaikan perjalanan dengan lancar dan selamat hingga tiba di Candi Borobudur, Magelang.
Bupati Madiun menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada para bhikkhu yang telah menempuh perjalanan panjang sebagai bagian dari ritual spiritual menjelang Hari Raya Waisak. Menurutnya, kehadiran para bhikkhu membawa pesan perdamaian, persaudaraan, serta toleransi antarpemeluk agama di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Hari Wuryanto juga mengatakan bahwa perjalanan spiritual yang dilakukan para bhikkhu merupakan simbol keteguhan, cinta kasih, dan semangat kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa Kabupaten Madiun menjunjung tinggi nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
“Perjalanan ini bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga membawa pesan damai dan persaudaraan. Kami berharap semangat toleransi dan kebersamaan terus terjaga di tengah masyarakat,” ujar Hari Wuryanto.
Sejak tiba di Kabupaten Madiun, rombongan bhikkhu mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga tampak antusias menyapa dan memberikan dukungan kepada para bhikkhu yang menempuh perjalanan dengan berjalan kaki tersebut.
Setelah dilepas dari Pendopo Ronggo Djoemeno, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju wilayah Jawa Tengah hingga nantinya tiba di Candi Borobudur untuk mengikuti puncak perayaan Waisak 2026.
Tradisi Tudong yang dijalankan para bhikkhu menjadi simbol kesabaran, kedisiplinan, dan perdamaian. Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat toleransi dan harmoni antarumat beragama di Indonesia, pungkasnya. (Edy)
