HOMEJATIM

Kirab Budaya dan Bersih Desa Sumberjo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun

Madiun – sadap99.com

Pada Minggu pagi (12/7/2026), sinar matahari mulai menyapa hamparan sawah dan jalanan Desa Sumberjo. Namun, suasana di desa tersebut sudah lebih dulu hidup oleh semangat warga. Hari ini bukan sekadar hari libur biasa, melainkan hari istimewa pelaksanaan tradisi Bersih Desa yang disusul dengan Kirab Budaya. Sejak pagi, warga bergotong-royong membersihkan lingkungan hingga desa perlahan tampak resik, rapi, dan menyegarkan.

Usai lingkungan tertata rapi, suasana berubah menjadi semarak saat Kirab Budaya dimulai. Iring-iringan warga berjalan kompak mengelilingi jalan utama desa. Di barisan depan, para pemuda tampak gagah mengusung bendera dan lambang desa. Di belakangnya, menyusul kelompok kesenian yang menabuh gamelan serta memainkan alat musik tradisional. Suaranya menggema ceria, menyapa setiap rumah yang dilewati.

Tak kalah menarik, warga tampil memukau mengenakan busana adat khas daerah. Beberapa di antaranya membawa sesaji sederhana sebagai tanda syukur, sementara yang lain menampilkan perlengkapan pertanian kuno serta kerajinan tangan khas warga Sumberjo. Kirab ini bukan sekadar pawai keliling, melainkan cara warga memamerkan sekaligus mewariskan kekayaan leluhur agar generasi muda paham dan bangga akan akar budayanya sendiri.

Pawai berakhir di salah satu tempat yang disakralkan warga. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan makan bersama hidangan sederhana hasil dapur warga. Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa serta sesepuh setempat menyampaikan pesan mendalam: bahwa kebersihan adalah cerminan jiwa, dan budaya adalah nyawa desa. Keduanya harus dijaga beriringan agar Desa Sumberjo senantiasa sehat, damai, dan identitasnya tidak luntur terbawa zaman.

Sore hari saat warga kembali ke rumah masing-masing, bukan hanya lingkungan desa yang tampak indah dipandang. Hati setiap orang pun terasa hangat. Hari ini, mereka telah membuktikan bahwa Desa Sumberjo tetap kokoh berdiri berkat semangat gotong royong dan kasih sayang mendalam pada tanah kelahiran sendiri. (Edy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *