Kurban Berkualitas untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat
Sleman, Sadap99.com
Dinas Kominfo Kabupaten Sleman menggelar jumpa pers bertajuk “Kurban Berkualitas untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat” di Aula Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H yang diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026.
Tiga Narasumber Utama
Jumpa pers menghadirkan tiga narasumber utama:
1. Rofiq Andriyanto, S.Hut., M.T. – Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (materi: Persiapan Idul Adha 2026)
2. Sugeng Riyanta, S.T., M.M. – Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (materi: Pemotongan Hewan Kurban di Sleman)
3. dr. Lina Nur Islamiyyah Yunus – Kepala Tim Kerja Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (materi: Penanganan Hewan Kurban yang Sehat dan Aman)
Acara dipandu oleh Sekretaris Dinas Kominfo Sleman, Ismayati Suryani, S.E., M.Si.
Dinas Pertanian: Pastikan Daging ASUH
Rofiq Andriyanto menjelaskan, Dinas Pertanian bertugas menyediakan daging kurban yang Aman, Sehat, dan Utuh (ASUH) serta melakukan pemantauan dan pemeriksaan hewan kurban.
Asal-usul hewan kurban:
· Kambing/domba: Sleman, Muntilan, Magelang, Gunungkidul, Temanggung, Wonosobo, Klaten
· Sapi: Sleman, Gunungkidul, Kulonprogo, Magelang, Klaten
Pemantauan pasar hewan kurban dilakukan rutin. Hingga kini tidak ditemukan penyakit antraks.
Dinas Kesehatan: Perhatikan Kesehatan Hewan & Daging
dr. Lina mengingatkan beberapa poin penting:
Sebelum membeli hewan kurban:
· Hewan harus memiliki Sertifikat Veteriner (SV) atau Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)
· Pastikan vaksinasi PMK dan LSD sudah sesuai protokol
· Hindari daerah dengan riwayat antraks
Saat pemotongan & distribusi:
· Daging tidak boleh terkena tanah atau kotoran
· Pisahkan jeroan merah (paru, jantung, hati, ginjal) dan jeroan hijau (perut, usus)
· Gunakan tiga wadah terpisah: daging, jeroan merah, jeroan hijau
· Daging sebaiknya sampai ke mustahik kurang dari 5 jam setelah pemotongan
Larangan limbah: Dilarang membuang darah, isi rumen, dan limbah pemotongan ke sungai, irigasi, selokan, atau drainase. Harus ditampung di tangki septik atau dikubur.
Kewaspadaan zoonosis: Masyarakat diminta melapor ke Puskesmas jika ada keluhan kesehatan pasca kontak dengan hewan, dan ke Puskeswan jika menemukan hewan sakit sebelum disembelih.
Dinas Lingkungan: Kurban Ramah Lingkungan
Sugeng Riyanta menekankan pengelolaan limbah kurban yang ramah lingkungan:
Limbah cair (darah, air cucian jeroan) → ditampung di tangki septik atau ditimbun dengan kapur.
Limbah padat (jeroan, tulang) → dikubur atau dimanfaatkan lebih lanjut.
Larangan keras: Tidak boleh membuang limbah langsung ke badan air.
Kurangi plastik: Panitia dilarang menggunakan kantong plastik sekali pakai. Gunakan besek bambu, daun, atau thinwall. Masyarakat diimbau membawa wadah sendiri.
Satgas lingkungan: Perlu dibentuk satuan tugas khusus untuk edukasi publik, penanganan sampah, dan gerakan bersih sungai dengan melibatkan masyarakat.
“Idul Adha bukan hanya momentum ibadah, tapi kesempatan menunjukkan kepedulian terhadap sesama, kesehatan, kebersihan, dan kelestarian lingkungan. Mari bersama wujudkan kurban yang sehat, aman, dan ramah lingkungan di Kabupaten Sleman,” pungkas Sugeng Riyanta.
(Piter)
