Gubernur NTT Ajak Diaspora di Perantauan Bangun Desa
Yogyakarta – Sadap99.com
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menggelar acara silaturahmi dan dialog bersama masyarakat diaspora NTT di Yogyakarta. Kegiatan berlangsung di Restoran Ikan Pantai Timur, Yogyakarta, pada Minggu (26/4/2026).
Acara ini dihadiri sejumlah sesepuh NTT, antara lain Prof. Jeremias Keban, Jeremias Lemeh, SH, Prof. Mali, H. Ardi Sehami, M.Par., Daniel Damaledo, SE, MA, serta para pendeta, pastor, suster, dan perwakilan mahasiswa NTT di Yogyakarta. Gubernur didampingi oleh Kepala Perwakilan NTT di Jakarta, Sekda Pemprov NTT, dan pejabat lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTT mengajak masyarakat diaspora NTT di perantauan untuk membangun desa sesuai dengan potensi yang ada di desa masing-masing.
Ajakan ini didasari oleh keterbatasan pemerintah daerah (Pemda Provinsi maupun Kabupaten), terutama dari sisi anggaran. Oleh karena itu, kolaborasi dan sinergitas menjadi hal yang sangat diperlukan. “Hanya dengan cara kolaborasi dan sinergi kita bisa bersama-sama membangun NTT. Untuk itu, saya minta semua orang, termasuk warga diaspora atau warga asal NTT yang berada di perantauan, untuk turut serta. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan berbagai pihak. Saya ajak masyarakat diaspora NTT di Yogyakarta, ayo bangun NTT dimulai dari desa masing-masing, sesuai kapasitasnya,” ujar Gubernur yang akrab disapa Melki Laka Lena itu.
Lebih lanjut, Melki Laka Lena mengusulkan agar diaspora membangun kampung halaman masing-masing dengan cara dan kemampuan sendiri. “Kita letakkan hal itu sebagai titik awal perubahan, yaitu dari desa. Karena provinsi NTT terlalu luas, maka pembangunan kita mulai dari desa masing-masing.”
Gubernur berharap warga diaspora dapat membangun NTT secara konkret dimulai dari kampung halaman. “Mari kita cek dan pastikan potensi yang ada di masing-masing desa. Ada potensi apa yang bisa kita kerja samakan? Misalnya di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan lain-lain,” tutur Melki Laka Lena.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTT juga memaparkan kemajuan pembangunan di NTT saat ini. Angka kemiskinan tercatat turun menjadi 17,5 persen, atau turun 1,2 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 tumbuh sebesar 5,14 persen, naik dibanding tahun sebelumnya yang sekitar 3,87 persen. Pertumbuhan sektor ekonomi ini (5,14%) berada di atas rata-rata nasional sebesar 5,12 persen. Hal ini membawa dampak positif karena pertumbuhan ekonomi NTT tersebut berasal dari sektor pertanian yang melibatkan 60 persen penduduk NTT.
Menanggapi ajakan Gubernur NTT, salah satu sesepuh NTT, Daniel Damaledo, pemilik Restoran Ikan Pantai Timur dan Radio Sasando FM, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Menurutnya, selain membangun desa asal, warga diaspora juga dapat membuka usaha di mana pun untuk mempekerjakan anak-anak asal NTT yang berada di perantauan. (Piter)
