DIY

Menyentuh yang Tak Terlihat: Spiritualitas dan Energy Healing Jadi Panggung Utama JCWF Week #3

Yogyakarta – Sadap99.com
Di bawah kepemimpinan GKR Bendara,JCWF 2025 menghadirkan ruang reflektif yang akademik, restoratif, dan provokatif.

Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2025 memasuki minggu ketiganya (16/11/2025) dengan menegaskan posisinya sebagai platform kebudayaan dan kesehatan holistik paling berpengaruh di Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, Week #3 yang mengusung tema “Spirituality Wellness & Energy Healing” ini menawarkan pengalaman integratif yang memadukan warisan pengetahuan Jawa dengan pendekatan wellness kontemporer.

Berlokasi di Mustika Yogyakarta Resort & Spa, lingkungan yang tenang dan hijau dengan latar Gunung Merapi menjadi ruang ideal untuk pembelajaran batin yang mendalam. Suasana alam ini tidak sekadar menjadi latar belakang, melainkan elemen aktif dalam proses penyembuhan dan transformasi energi sepanjang program.

Eksplorasi Akademis untuk Spiritualitas dan Energi

Week #3 JCWF 2025 menyajikan serangkaian kegiatan yang dirancang dengan pendekatan akademik, menggabungkan studi wellness, psikologi transpersonal, etnografi Jawa, serta teori energi dalam perspektif keilmuan modern. Para fasilitator—yang terdiri dari akademisi, praktisi, dan peneliti budaya—memaparkan kerangka konseptual mengenai kesadaran, vibrasi, serta mekanisme penyembuhan energi yang hidup dalam tradisi Nusantara.

Pembahasan tidak berhenti pada aspek eksoterik. Peserta diajak memasuki diskursus reflektif tentang hubungan antara keseimbangan energi, kesehatan mental, memori tubuh (body memory), dan revitalisasi spiritual. Dialog-dialog akademik ini memperluas pemahaman bahwa energi bukan sekadar konsep mistis, melainkan fenomena yang dapat dianalisis melalui pendekatan interdisipliner.

Pengalaman Transformasi: Dari Pelepasan hingga Aktivasi

Mengikuti visi GKR Bendara untuk menjadikan JCWF sebagai ruang pemulihan kolektif, Week #3 menawarkan pengalaman yang bersifat transformatif. Ritual pembersihan diri, aktivasi napas, meditasi suara, pertemuan energi bumi, hingga praktik penyelarasan batin dirancang untuk membuka ruang kesadaran baru.

Narasi utama minggu ini tegas dan provokatif: “Week #3 hadir lebih dalam, lebih kuat, lebih mengguncang batin.” Di sinilah peserta diajak masuk ke ruang yang menantang mereka untuk menghadapi residu batin, pola-pola lama, dan kelelahan emosional yang tak lagi selaras dengan perkembangan diri.

Proses “melepaskan energi lama” tidak hanya dipahami sebagai tindakan spiritual, tetapi juga sebagai psychological unburdening—sebuah proses pembebasan memori emosional yang membuka jalan bagi hadirnya kekuatan baru. Dalam konteks ini, healing dilihat sebagai dialog antara tubuh, pikiran, dan lingkungan budaya.

Peran GKR Bendara: Menjembatani Tradisi, Ilmu, dan Transformasi

Sebagai Ketua JCWF 2025, GKR Bendara memberikan arah visioner dengan merangkai praktik wellness dan kearifan lokal Jawa. Beliau menegaskan bahwa pengalaman spiritual dan penyembuhan energi bukan sekadar praktik tradisional, melainkan bagian dari sistem pengetahuan yang relevan bagi masyarakat modern yang menghadapi tekanan hidup dan kelelahan psikologis.

Melalui kepemimpinannya, Week #3 tidak hanya menjadi program festival, tetapi sebuah platform refleksi mendalam tentang bagaimana manusia modern dapat mengakses kembali sumber daya batinnya melalui perspektif budaya.

Panggilan untuk Mereka yang Siap Berubah

Dengan pendekatan yang memadukan aspek akademis, spiritual, dan pengalaman langsung, Week #3 JCWF 2025 menjadi gerbang bagi siapa pun yang siap menapaki perjalanan transformasi. Pertanyaannya bukan lagi “Apakah saya butuh ini?” melainkan, “Apakah saya siap berubah?”

Week #3 mengundang setiap peserta untuk menjawab panggilan itu—di tengah keheningan Mustika Yogyakarta Resort & Spa, di bawah energi Jawa yang mengalir lembut namun kuat, dan di dalam diri masing-masing yang tengah mencari keseimbangan baru. Berani transformasi? Inilah waktunya.

(Ome)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *