REHABILITASI PASAR TAMAN DIDUGA MINIM PENGAWASAN
SIDOARJO – SADAP99.COM
Rehabilitasi Pasar Taman (Konsolidasi) dengan nomor kontrak: 000.3.2/07.10.003./438.5.20/PPK/2026, pemenang CV: BJ, konsultan pengawas: PT Karya Nugraha Nusantara, dengan nilai kontrak Rp1.592.091.729 yang bersumber dari APBD Kabupaten Sidoarjo 2026, di Satuan Kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo.
Dari hasil investigasi Tim Rehabilitasi Pasar Taman, terdapat empat jenis pekerjaan:
1. Pembangunan pagar
2. Pemasangan paving
3. Pemasangan uditch
4. Rehabilitasi los pasar (10 los)
Lebih dari empat kali tim mendatangi lokasi kegiatan dan tidak menjumpai prasyarat kerja yang harus dipenuhi oleh kontraktor, yang dirangkum dalam beberapa poin berikut:
1. Dua mobil pick-up yang wajib tersedia (tidak ada)
2. Molen sebagai alat bantu pembuatan spesi dan beton cor (tidak ada)
3. Pembongkaran balok beton di bawah besi baja tidak dilakukan, hanya “disulap” atau diakali dengan melapis bagian luar beton
4. Pavingisasi: mutu beton paving diduga kuat kurang dari K300
5. Pemasangan uditch sampai saat ini belum dilaksanakan
6. Memakai besi bekas dan besi di bawah standar SNI (besi banci)
7. Direksi kit tidak terlihat di lokasi
8. Tenaga ahli jarang berada di lokasi kegiatan
9. Banyak pekerja tidak memakai alat pelindung diri (APD)
10. Kontraktor telah diberi surat teguran oleh Dinas

Atas temuan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Eni Rustianingsih, S.T., M.T., saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu menyampaikan apresiasinya atas informasi atau masukan yang diberikan rekan LSM dan wartawan, serta berjanji akan menindaklanjuti temuan tersebut.
Terpisah, Kabid Pasar selaku PPK, Setyo Handoko, S.T., saat dikonfirmasi terkait Rehabilitasi Pasar Taman (18/9/2026), menyampaikan berdasarkan keterangan konsultan pengawas:
1. Mobil pick-up ada, hanya saja tidak setiap hari berada di lokasi
2. Molen ada di lokasi
3. Tenaga ahli kontrak memang tidak setiap hari berada di lokasi
4. Balok kolom dan sloof baru semua, tidak ada penebalan beton lama
5. Paving mutu K300, nanti dilakukan pengetesan pengambilan sampel on site
6. Elevasi uditch mengacu pada gambar DED

Lebih jauh, Handoko mengatakan, “Saya juga merasa dirugikan dengan hasil lelang seperti ini, mendapat kontraktor yang buruk komunikasinya,” pungkas Handoko.
Wiwid, dengan panggilan akrab Cak Wid, pria 46 tahun yang mengaku warga sekitar pasar, saat dimintai komentarnya (18/9/2026) kepada tim mengatakan, “Pekerjaan Pasar Taman ini ngawur, Mas, dan pengawasan hampir tidak ada. Kalau konsultan pengawas ada dan bekerja dengan baik, pasti tidak akan terjadi pembuatan spesi diaduk manual, pemakaian besi bekas, dan penyulapan kolom lama yang hanya dilapis plesteran baru,” pungkas Cak Wid. (zein)
