HOMEHUKRIMJATIM

Proyek Penanganan Kumuh di Jember Kidul Tuai Protes Warga, Galian Beton Dinilai Bahayakan Pengguna Jalan

JEMBER, sadap99.com

Pekerjaan penanganan kawasan kumuh skala terpadu dan integrasi di Lingkungan RW 05, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, menyedot perhatian. Proyek dengan anggaran fantastis Rp5,5 miliar ini justru memicu protes dari warga karena dianggap mengganggu akses jalan dan membahayakan keselamatan, terutama anak-anak.

Berdasarkan pantauan di lapangan, proyek yang bersumber dari anggaran Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur itu memiliki nilai kontrak Rp5.599.200.000,00 (lima miliar lima ratus sembilan puluh sembilan juta dua ratus ribu rupiah) . Pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV Arta Media Persada ini memiliki waktu pelaksanaan 150 hari kalender dan terbagi dalam tiga titik lokasi seperti tertera di papan proyek, yaitu 11, 12, dan 26 .

Warga Menilai Pekerjaan Membahayakan

Puncak protes terjadi setelah sejumlah warga mengalami musibah akibat galian proyek yang tidak ditutup. Kejadian pertama menimpa pasangan suami istri berinisial SY dan LK yang terpleset dan jatuh saat melintas. Kejadian serupa juga dialami oleh Arfin Maulana (7), seorang siswa kelas 1 SD, yang jatuh ke galian setelah pulang sekolah .

“Setelah kejadian itu, barulah dipasang jembatan darurat dari papan ukuran sekitar 30×50 sentimeter. Itu pun yang mengambil dari sebelah sana (Pak Lurah),” keluh seorang warga . Orang tua Arfin Maulana bahkan mengaku menerima bantuan uang Rp100.000 dari Lurah Jember Kidul untuk biaya pijat anaknya akibat kejadian tersebut .

Klaim Pengawas dan Keterlibatan Warga

Edy, selaku pengawas pekerjaan, memberikan keterangan terkait teknis pengerjaan. Ia mengklaim bahwa galian disesuaikan dengan pemasangan beton dan pengerjaan dilakukan cepat untuk menghindari risiko warga. “Kita maunya gali langsung masang. Cuman kalau kita menunggu galian dulu, resiko pertama kadang banyak anak kecil, kedua orang-orang juga lewat jalan kan kesulitan,” ujarnya. Ia mengakui material baru datang pada malam hari dan langsung dilakukan pemasangan .

Sementara itu, tokoh keamanan lingkungan RW 05, Abdilah, mengaku tidak dilibatkan secara teknis dalam proyek ini. Ia hanya mengetahui bahwa RW 05 masuk kategori kawasan kumuh hasil pemantauan satelit dan survei langsung Kementerian PUPR. “Saya tidak pernah dilibatkan secara teknis. Bahkan ada unen-unen ‘nek brangkat bareng balik bareng, nek loro siji loro kabeh’ itu prinsip pribadi saya,” ungkapnya, mengacu pada sikap solidaritas yang ia pegang .

Lurah dan RW Lempar Tanggung Jawab

Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat terkait kecelakaan yang menimpa Arfin Maulana, Lurah Jember Kidul meminta wartawan untuk menanyakan langsung ke pihak RW setempat. Namun, Ketua RW 05 juga menyarankan pertanyaan tersebut diarahkan langsung kepada “yang bersangkutan” tanpa memberi klarifikasi lebih lanjut .

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pelaksana proyek (CV Arta Media Persada) maupun Dinas Cipta Karya Provinsi Jawa Timur terkait protes warga dan potensi bahaya yang ditimbulkan oleh pekerjaan ini.

Pewarta: imam/tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *