Proyek Pelebaran Jalan Panjer-Seduri Rp3,28 Miliar Diduga Bermasalah, Ambles di Tiga Titik
Mojokerto – SADAP99.COM
Proyek pelebaran jalan ruas Panjer-Seduri yang menguras anggaran Rp3,28 miliar dari APBD Kabupaten Mojokerto 2026 tengah menyisakan tanda tanya besar. Temuan di lapangan mengindikasikan adanya dugaan kuat penyimpangan spesifikasi teknis pada sejumlah titik krusial, khususnya di tiga lokasi persilangan saluran air yang kini dilaporkan telah mengalami penurunan tanah atau ambles.
Berdasarkan pantauan Sadap99.com, metode pengerjaan di titik-titik crossing saluran air diduga tidak sesuai standar. Material urugan yang digunakan di area tersebut menggunakan tanah lembek hasil galian, bukan material pilihan yang disyaratkan untuk menjamin stabilitas struktur. Hal ini semakin diperparah dengan temuan pemasangan gorong-gorong (box culvert) yang dilaporkan dilakukan tanpa adanya rabat lantai kerja atau lapisan pasir padat sebagai dasar yang sesuai standar teknis.
Dari Tiga Titik Crossing, Dua Sudah Ambles
Kondisi ini dinilai sangat riskan. Dari tiga lokasi persilangan saluran air, dua di antaranya telah terlihat mengalami penurunan tanah. Pekerjaan yang tidak dipadatkan per lapis (per layer) dikhawatirkan akan menyebabkan struktur tanah di bawah badan jalan yang akan dicor menjadi tidak stabil, berpotensi memicu pergerakan dan kerusakan di kemudian hari .
Paket pekerjaan dengan nilai kontrak Rp3.289.377.000 ini dikerjakan oleh CV Sinergi Lima Empat . Merujuk data kontraktor, perusahaan yang berbasis di Surabaya ini terdaftar memiliki izin di bidang Bangunan Sipil Jalan serta Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase . Total anggaran untuk 14 proyek infrastruktur di Kabupaten Mojokerto pada tahun 2026 mencapai Rp21,8 miliar .
Kepala Bidang Bina Marga Belum Respons
Sadap99.com telah berupaya mengkonfirmasi temuan ini kepada Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PU Kabupaten Mojokerto, Henri Surya, S.T., M.T., guna meminta klarifikasi terkait metode pengerjaan di titik-titik krusial serta langkah pengawasan yang dilakukan.
Namun, hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Hendrik Saputra menyampaikan bahwa dirinya sedang memiliki kepentingan mendesak untuk melayat saudara yang meninggal. Redaksi masih menunggu respons resmi dari Dinas PU Kabupaten Mojokerto untuk memastikan tegaknya prinsip akurasi dan keberimbangan dalam pemberitaan ini.
Spekulasi: Potensi Kerugian Negara dan Keamanan Publik
Analisis redaksi melihat adanya celah besar dalam pengawasan proyek. Spekulasi muncul, apakah metode pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi ini merupakan upaya efisiensi biaya oleh kontraktor atau kelalaian pengawas teknis di lapangan. Jika benar terjadi pelanggaran, kerugian negara tidak hanya dihitung dari nilai material yang tidak sesuai, tetapi juga biaya perbaikan di masa depan yang jauh lebih besar.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah dampak terhadap keselamatan pengguna jalan. Jalan yang ambles dan tidak stabil bukan hanya merusak kenyamanan, tetapi mengancam nyawa pengendara, terutama saat musim hujan tiba. Redaksi mendesak Dinas PU Kabupaten Mojokerto dan instansi terkait, termasuk Kejaksaan, untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh. Temuan foto yang dilampirkan oleh redaksi diharapkan menjadi pintu masuk untuk menguak dugaan praktik tidak profesional dalam proyek strategis ini.
Pewarta: sP/tim
