Event More NewsHOMEJATIM

MKKS Swasta Mojokerto Luncurkan Gerakan Tanam 8.400 Pohon

Mojokerto – Sadap99.com

Dua program pendidikan diluncurkan sekaligus: penghijauan sekolah dan penguatan budaya Jawa melalui pembiasaan di lingkungan sekolah. Peluncuran berlangsung di Gedung SMP Islam Darus Shalawat Mojokerto, Sabtu (3/10/2026).

Program ini menjadi awal dari dua gerakan yang membawa pendidikan keluar dari ruang kelas. Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kabupaten Mojokerto meluncurkan program yang mengajak sekolah menanam pohon sekaligus menghidupkan kembali budaya Jawa dalam keseharian siswa.

Melalui Gerakan Sekolah Sadar Menanam, 84 SMP swasta di Kabupaten Mojokerto akan memperoleh masing-masing 100 bibit tanaman. Jika seluruh bibit ditanam, gerakan tersebut menargetkan 8.400 pohon tumbuh di lingkungan sekolah.

Menanam Hari Ini, Menuai Kehidupan Esok Hari

Gerakan Sekolah Sadar Menanam mengusung tema “Menanam Hari Ini, Menuai Kehidupan Esok Hari.”

Setiap sekolah akan diberikan 100 bibit dengan berbagai jenis tanaman. Program tersebut diarahkan untuk membantu menghijaukan lingkungan di tengah kondisi hutan Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir banyak mengalami kehilangan.

Dengan 84 sekolah swasta yang tergabung, jumlah bibit yang disiapkan mencapai 8.400 pohon. Angka tersebut sekaligus menjadi gambaran skala gerakan yang dibangun melalui lingkungan pendidikan.

Bagi sekolah, kegiatan menanam tidak hanya berkaitan dengan keberadaan tanaman. Gerakan ini membawa pesan agar kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh bersama proses pendidikan dan menjadi bagian dari kebiasaan siswa.

SEMBADA Hidupkan Bahasa dan Busana Jawa

Program kedua yang diluncurkan adalah Sekolah Membangun Budaya (SEMBADA).

Program ini berisi pembiasaan mengenakan busana adat saat berada di sekolah serta penggunaan bahasa Jawa yang dilakukan minimal satu kali dalam sepekan.

Melalui SEMBADA, sekolah menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya Jawa dalam aktivitas yang dekat dengan kehidupan siswa. Bahasa dan busana adat tidak hanya ditempatkan sebagai bagian dari kegiatan seremonial, tetapi dihadirkan melalui pembiasaan di lingkungan sekolah.

Dua program tersebut memperlihatkan arah pendidikan yang tidak hanya berbicara mengenai pengetahuan akademik. Lingkungan dan budaya ditempatkan sebagai bagian dari pengalaman belajar yang dapat membentuk kebiasaan generasi muda.

Pendidikan, Lingkungan, dan Budaya dalam Satu Gerakan

Peluncuran program MKKS SMP Swasta Kabupaten Mojokerto dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar, S.H., M.M.

Ketua MKKS SMP Swasta Kabupaten Mojokerto, Miftahul Arifin, M.Pd.I., turut menjadi bagian dari peluncuran dua program tersebut.

Kegiatan di Gedung SMP Islam Darus Shalawat Mojokerto itu dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto beserta jajaran, Kepala Departemen Agama Kabupaten Mojokerto H. Muttaqin, M.Ag. beserta jajaran, serta Pengasuh Ponpes Darus Shalawat K.H. Ahmad Maksum Amin bersama Bu Nyai Hj. Khoirul Nisa.

Bagi dunia pendidikan Mojokerto, dua program ini memperluas ruang pembelajaran ke hal-hal yang bersentuhan langsung dengan kehidupan. Pohon yang ditanam menjadi bagian dari kepedulian terhadap lingkungan, sementara bahasa dan busana Jawa menjadi jalan untuk menjaga kedekatan siswa dengan budaya.

Jika dijalankan secara konsisten, sekolah bukan hanya menjadi tempat anak memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang tempat kebiasaan baik, kepedulian lingkungan, dan identitas budaya tumbuh bersama.

(Piter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *