Lapak UMKM Bantuan CSR Bank BPD DIY Semarakkan Ekonomi Warga
Green Kayen Kini Berkembang, Lapak UMKM Bantuan CSR Bank BPD DIY Semarakkan Ekonomi Warga
Sleman – Sadap99.com
Green Kayen yang berlokasi di Padukuhan Kayen, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, terus menunjukkan perkembangan positif sebagai ruang terbuka hijau sekaligus pusat kegiatan masyarakat dan sentra kuliner UMKM.
Kawasan yang awalnya hanya memiliki Angkringan Green Kayen pada Oktober 2023 tersebut kini semakin ramai dikunjungi masyarakat setelah hadirnya lapak-lapak UMKM hasil bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BPD DIY tahun 2025.
Pengembangan Green Kayen sebenarnya dimulai pada Januari 2023, ketika pendopo lama milik Kalurahan Condongcatur dipindahkan ke kawasan Green Kayen. Pendopo tersebut kini menjadi salah satu fasilitas utama yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan sosial, budaya, pendidikan, hingga komunitas.
Selanjutnya, pada April 2024, pembangunan Mushola Green Kayen selesai dan mulai digunakan perdana pada 8 April 2024. Keberadaan mushola tersebut melengkapi fasilitas publik di kawasan Green Kayen, sehingga memberikan kenyamanan bagi pengunjung dan masyarakat yang melaksanakan kegiatan di lokasi tersebut.
Bantuan CSR senilai Rp80 juta dari Bank BPD DIY kemudian direalisasikan oleh pengelola Green Kayen untuk membangun lima lapak UMKM semi permanen dan satu bangunan sekretariat. Setelah pembangunan selesai pada Oktober 2025, kawasan Green Kayen berkembang dengan hadirnya berbagai usaha kuliner baru, seperti Soto Ayam dan Mie Ayam. Memasuki Mei 2026, suasana kuliner semakin semarak dengan hadirnya Bakso Tusuk Payaman yang menambah pilihan jajanan bagi pengunjung.
Keberadaan UMKM tersebut membuat Green Kayen semakin hidup setiap hari. Angkringan Green Kayen menjadi salah satu tempat favorit warga untuk bersantai sambil menikmati suasana rindang dan alami. Selain kuliner yang terjangkau, suasana asri dengan pepohonan hijau menjadi daya tarik tersendiri.
Pada Minggu, 24 Mei 2026, kawasan Green Kayen tampak ramai dipadati pengunjung. Selain masyarakat yang menikmati kuliner UMKM, bersamaan dengan itu digelar kegiatan WEDAY UGM 2026 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup. Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai permainan tradisional, seperti egrang dan bakiak, yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme peserta.
Green Kayen juga rutin digunakan untuk kegiatan senam bersama yang dilaksanakan setiap bulan dan diikuti oleh masyarakat sekitar. Aktivitas tersebut semakin menambah fungsi Green Kayen sebagai ruang publik yang sehat, terbuka, dan produktif.
Pengelola Green Kayen, Dhadang Hermawan, mengatakan bahwa Green Kayen kini tidak hanya menjadi lokasi kuliner, tetapi juga berkembang sebagai ruang publik untuk berbagai kegiatan masyarakat, komunitas, hingga institusi pendidikan.
“Pendopo Green Kayen sering digunakan untuk berbagai kegiatan dari komunitas, kelompok masyarakat, maupun kampus-kampus seperti UGM, UNY, UAD, UTY, dan lainnya. Banyak kegiatan yang dilaksanakan di sini, seperti syawalan, pengajian, ulang tahun komunitas sepeda dan motor, pertemuan trah keluarga, makrab mahasiswa, outbound ringan, hingga camping,” ujarnya.
Dhadang juga menjelaskan bahwa keberadaan pendopo, mushola, dan fasilitas lain menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan Green Kayen sebagai ruang publik masyarakat.
“Pendopo Green Kayen adalah pindahan dari Pendopo Lama Kalurahan Condongcatur yang dipindah ke Green Kayen pada Januari 2023. Alhamdulillah, sekarang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan,” tambahnya.
Selain lapak UMKM dan pendopo, Green Kayen juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti Mushola Green Kayen, ruang terbuka untuk outbound dan camping, area kuliner, serta enam kamar mandi yang terdiri dari empat kamar mandi di samping pendopo dan dua kamar mandi di area mushola.
Menurut Dhadang, pengembangan Green Kayen masih akan terus dilakukan ke depan agar kawasan tersebut semakin representatif dan nyaman bagi masyarakat.
“Harapannya ke depan, fasilitas dan sarana di Green Kayen dapat terus kami tambah lagi. Untuk itu, kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi instansi maupun perusahaan yang ingin memberikan dukungan CSR demi pengembangan Green Kayen agar lebih tertata, lengkap, dan representatif,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung pengembangan Green Kayen, di antaranya Bank BPD DIY, Larissa Aesthetic Center, Pemerintah Kalurahan Condongcatur, dan sejumlah pihak lain, pungkasnya.
(Piter)
