EntertainmentHOMEJATIM

Komisi VII DPR RI Apresiasi JFC ke-24, Dinilai Layak Masuk Agenda Karnaval Dunia

JEMBER – sadap99.com

Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-24 tahun 2026 yang dinilai sukses menyedot perhatian publik nasional hingga internasional.

Kunjungan kerja ini menjadi momen perdana bagi Komisi VII DPR RI—yang membidangi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif—untuk menyaksikan langsung gelaran tahunan bergengsi di Kabupaten Jember tersebut.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati, menegaskan bahwa JFC merupakan wujud nyata perpaduan antara pariwisata dan ekonomi kreatif yang memiliki nilai industri tinggi. Menurutnya, ajang ini membuktikan bahwa ekonomi kreatif bukan sekadar seni visual atau kuliner, melainkan sektor industri strategis yang mampu memberikan multiplier effect (efek berganda) bagi perekonomian daerah.

“Kami hadir untuk memberikan dukungan penuh sekaligus mendorong agar atensi terhadap JFC semakin meluas. Kami ingin memastikan mitra kerja kami, baik Kementerian Pariwisata maupun Kementerian Ekonomi Kreatif, terus mengawal acara ini agar menjadi patokan kalender pariwisata, tidak hanya bagi wisatawan domestik tetapi juga mancanegara,” ujar Rahayu saat diwawancarai awak media, Sabtu (25/7/2026).

Rahayu menambahkan, JFC menjadi panggung berharga bagi para talenta kreatif dan desainer lokal untuk memamerkan karya terbaik mereka. Selain mengangkat industri fashion, antusiasme ribuan penonton yang hadir turut menggairahkan sektor UMKM, kuliner, hingga perhotelan di Jember dan sekitarnya.

Ia juga menyoroti potensi komoditas khas Jember yang belum banyak diketahui publik luas, seperti edamame kualitas ekspor hingga industri cerutu yang telah mendunia. Momen JFC dinilai menjadi kesempatan emas bagi para pelaku usaha lokal untuk mengenalkan produk-produk unggulan tersebut.

“Kami berharap penyelenggaraan JFC ke depan dapat semakin inklusif dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat, termasuk anak-anak dan penyandang disabilitas, sehingga festival ini dapat berdiri sejajar dengan karnaval-karnaval ternama di tingkat dunia,” tutur Rahayu.

Dorong Peningkatan Kapasitas Bandara Jember

Menanggapi hal tersebut, Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa besarnya potensi JFC harus diimbangi dengan kesiapan sarana dan prasarana penunjang. Salah satu poin krusial yang perlu didorong ke pemerintah pusat adalah peningkatan taraf dan kapasitas bandara di Kabupaten Jember guna mempermudah aksesibilitas wisatawan mancanegara.

Gus Fawait menyampaikan bahwa rincian usulan tersebut akan diserahkan secara resmi dan tertulis kepada Komisi VII DPR RI, dengan prioritas utama pada perluasan infrastruktur transportasi.

“Artinya ke depan mudah-mudahan bandara kita bisa diperbesar, sehingga pengunjung gampang datang ke Jember tanpa harus transit atau turun di Surabaya. Itu salah satu permohonan utama kami,” tegas Gus Fawait.

Dengan terbukanya konektivitas udara secara langsung menuju Jember, Pemerintah Kabupaten Jember optimistis arus kunjungan wisatawan bakal melonjak signifikan, sekaligus memperkokoh posisi JFC sebagai ikon karnaval kelas dunia.

Pewarta: Suyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *