Inflasi Jember di Bawah Rata-Rata Nasional, Pemkab Tunjukkan Taji Jaga Stabilitas Ekonomi
JEMBER – sadap99.com
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember justru menunjukkan kinerja solid dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Kabupaten Jember berhasil mempertahankan tren positif dengan mengendalikan angka inflasi, bahkan mencatatkan realisasi di bawah rata-rata nasional.
Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi lintas sektor di lapangan. Stabilitas harga yang terjaga berdampak langsung pada daya beli masyarakat yang tetap kokoh serta perputaran roda ekonomi daerah yang dinamis.
“Inflasi yang terkendali adalah hasil kerja bersama. Mari kita terus jaga stabilitas harga untuk kesejahteraan masyarakat Jember,” ujar Gus Fawait, Selasa (7/7/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Juni 2026, Gus Fawait memaparkan sejumlah indikator perekonomian Jember sebagai berikut:
· Inflasi bulanan (Month to Month): 0,11 persen (Mei–Juni 2026). Angka ini menunjukkan stabilitas harga barang dalam jangka pendek.
· Inflasi tahun berjalan (Year to Date): 1,35 persen (Januari–Juni 2026). Lonjakan harga berkala berhasil diredam dengan baik.
· Inflasi tahunan (Year on Year): 3,13 persen. Angka ini masih berada dalam koridor sasaran nasional (1,5–3,5 persen) dan bahkan lebih rendah dari rata-rata nasional yang tercatat 3,34 persen.

Guna memberikan transparansi kepada publik, Gus Fawait juga memaparkan fluktuasi inflasi tahunan Jember dalam kurun setahun terakhir:
2025: Juni (1,70%), Juli (2,01%), Agustus (2,06%), September (2,44%), Oktober (2,53%), November (2,44%), Desember (2,77%).
2026: Januari (2,80%), Februari (4,86%), Maret (3,88%), April (2,88%), Mei (3,52%), Juni (3,13%).
Menurut Gus Fawait, meskipun sempat mengalami tekanan tertinggi pada Februari 2026, intervensi cepat pemerintah berhasil menurunkan angka tersebut secara signifikan hingga kembali ke level terkendali di Juni 2026.
Terkendalinya inflasi, lanjutnya, memberikan dampak nyata bagi warga Jember, antara lain minimnya gejolak harga di pasar, terjaganya daya beli masyarakat, iklim usaha yang tetap bergairah karena kepastian harga, serta pendapatan riil masyarakat yang tidak tergerus lonjakan harga.
Keberhasilan ini tidak diraih secara instan. Gus Fawait membeberkan empat strategi utama yang terus dijalankan secara konsisten:
1. Memaksimalkan produksi pertanian lokal serta memastikan distribusi berjalan tanpa hambatan.
2. Menggelar operasi pasar dan program pasar murah secara berkala hingga ke permukiman warga untuk menstabilkan harga pangan pokok.
3. Mengoptimalkan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang melibatkan Pemkab, Bank Indonesia, Bulog, pelaku usaha, dan elemen masyarakat.
4. Menjamin kelancaran transportasi dan manajemen logistik guna mencegah penumpukan barang yang berpotensi memicu kelangkaan.
“Dengan ekonomi yang stabil, kita optimistis masyarakat Jember akan semakin sejahtera. Komitmen ini akan terus kita kawal bersama,” pungkas Gus Fawait.
Pewarta: Suyanto
