HOMEHUKRIMJATIMLIPSUS

Di Balik Renovasi IGD RSUD Campurdarat: Kontrak Rp356 Juta dan Aroma Kompetisi Semu

TULUNGAGUNG – SADAP99.COM

Geliat proyek infrastruktur kesehatan di Kabupaten Tulungagung kembali memantik sorotan. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Campurdarat dr. Karneni kedapatan menggelontorkan dana ratusan juta rupiah untuk proyek penataan ulang dan renovasi ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun, di balik angka tersebut, aroma “kompetisi semu” tercium menyengat dalam proses pengadaannya.

Informasi yang di dapat awak media, Berdasarkan rekam jejak digital pada Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), proyek Belanja Modal Bangunan Kesehatan ini disokong oleh dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Tahun Anggaran 2026. Nilai pagu anggaran yang dipatok pun cukup fantastis untuk skala penataan ulang, yakni berada di angka Rp400.000.000,00, dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang ditekan ke posisi Rp372.000.000,00.

Monopoli Pengadaan Langsung: Satu Paket, Satu Peserta

Kejanggalan mulai menyeruak saat menelisik mekanisme yang digunakan. Pihak RSUD Campurdarat memilih jalur Pengadaan Langsung (PL) yang digulirkan sejak 24 Juni 2026. Imbasnya, celah transaksional diduga menganga lebar ketika sistem mencatat hanya ada satu peserta tunggal yang melenggang tanpa kompetitor dalam proyek ini, yaitu CV Bahtera Bangun Nusantara.

Perusahaan yang berbasis di Desa Tunggulsari, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung tersebut tampak melangkah mulus tanpa harus memeras keringat untuk menyisihkan rekanan lain. Fenomena “peserta tunggal” pada paket pengadaan langsung bernilai ratusan juta kerap menjadi indikator kuat adanya pengondisian awal atau proyek yang sengaja “dijahit” untuk korporasi tertentu.

Analisis Anggaran dan Negosiasi Formalitas

Data perbandingan angka menunjukkan bahwa penawaran awal hingga hasil kesepakatan akhir dinilai hanya sebagai formalitas meja runding. Berikut adalah rincian selisih anggaran yang berhasil dibedah:

Indikator Pengadaan Nilai Anggaran Selisih / Efisiensi
Pagu Anggaran Rp400.000.000,00 Baseline awal
Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp372.000.000,00 Turun 7% dari Pagu
Harga Penawaran Awal (CV BBN) Rp363.243.792,51 Turun 2,3% dari HPS
Harga Kontrak Akhir (Hasil Negosiasi) Rp356.028.000,00 Efisiensi hanya Rp7,2 Juta (1,9%)

Dari perhitungan di atas, proses negosiasi antara Pejabat Pengadaan RSUD Campurdarat dengan CV Bahtera Bangun Nusantara hanya mampu memangkas anggaran sebesar Rp7.215.792,51 (atau hanya menghemat sekitar 1,9% dari nilai HPS). Minimnya angka efisiensi ini semakin mempertegas lini asumsi bahwa sejak awal harga penawaran memang telah dikunci mendekati batas atas HPS.

Hingga berita ini diturunkan, publik dan komite peduli transparansi anggaran masih mempertanyakan urgensi pemilihan mekanisme pengadaan langsung untuk proyek IGD ini, mengingat minimnya asas kompetisi yang jujur dan terbuka dapat berpotensi merugikan keuangan BLUD rumah sakit.

redaksi sadap99.com membuka ruang hak jawab bagi pihak bersangkutan dengan menghubungi wartawan atau bisa langsung hubungi redaksi.

(REDAKSI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *