Sharing dan Diskusi Kebangsaan: Menyikapi Situasi Nasional Terkini
YOGYAKARTA – sadap99.com
Forum Komunikasi Masyarakat Kristen Daerah Istimewa Yogyakarta (FKMK DIY) menggelar acara Sharing dan Diskusi Kebangsaan bertajuk “Menyikapi Situasi Nasional Terkini” pada Rabu, 15 Juli 2026, bertempat di Gedung DJM Lantai 2, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Acara ini menghadirkan Pdt. Dr. dr. Royandi Hutasoit, tokoh nasional, sebagai pembicara utama (keynote speaker), didampingi oleh tim dari DPP Partai Setara Indonesia (PASTI) Jakarta. Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai lembaga gereja, pimpinan aras gereja seperti PGIW, PGLII, BAPTIS, PGPI, Bala Keselamatan, dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Turut hadir pula pimpinan ormas, antara lain API, DPW MUKI DIY, BAMAGNAS, Kawal Indonesia, Central Kristen Indonesia (Cenkrisindo), PPHKI-DIY, PWKI, Taman Doa APIUS Klaten, serta pimpinan perguruan tinggi Kristen di DIY dan tokoh masyarakat.
Ketua Penyelenggara, Pdt. Onwin Frans Hetharie, S.Th., dalam sambutannya menyampaikan bahwa bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai dinamika persoalan yang berkembang sangat cepat. “Kita menyaksikan berbagai perubahan dalam bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya, kehidupan beragama, bahkan perkembangan teknologi yang turut mempengaruhi cara berpikir masyarakat,” ujarnya.
Di tengah perubahan tersebut, forum ini lahir dari berbagai pertanyaan yang muncul di kalangan masyarakat Kristen, seperti: bagaimana umat Kristen menyikapi situasi kebangsaan? bagaimana gereja dapat hadir sebagai pembawa damai? dan bagaimana para pemimpin lembaga Kristen dapat memberikan kontribusi nyata bagi bangsa?
“Pertanyaan-pertanyaan inilah yang mendorong kami menggagas forum ini. Forum ini bukan dibangun untuk kepentingan politik praktis, bukan pula untuk mempertajam perbedaan, tetapi menjadi ruang bersama bagi para pemimpin Kristen untuk saling mendengar, saling menguatkan, saling memberi masukan, dan bersama-sama membangun kepedulian terhadap kehidupan berbangsa,” tutur Pdt. Onwin.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa FKMK ingin membangun dialog, saling menghormati, budaya mendengar, budaya berpikir jernih, serta budaya memberi kontribusi positif bagi Indonesia. “Karena kami percaya bahwa mengasihi Tuhan dapat diwujudkan melalui kasih kepada bangsa yang Tuhan percayakan kepada kita. ‘Usahakan kesejahteraan kota, di mana kamu tinggal,'” pungkasnya mengutip amanat Kitab Suci.
Sementara itu, Pdt. Dr. dr. Royandi Hutasoit dalam pemaparannya menyatakan bahwa keputusan untuk membangun Indonesia sebagai negara kebangsaan merupakan hasil proses sejarah yang panjang, bukan keputusan yang diambil secara tiba-tiba. “Indonesia didirikan sebagai negara kebangsaan (nation state), bukan negara agama. Para pendiri bangsa berusaha membangun negara yang dapat menaungi seluruh rakyat yang beraneka suku, bahasa, budaya, dan agama. Kita perlu sadari bersama bahwa Sumpah Pemuda tidak berbicara tentang agama, tetapi tentang persatuan bangsa,” tegas Ketua Umum DPP Partai Setara Indonesia (PASTI) tersebut.
Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh Yupiter Ome, Sekretaris Wilayah DPW MUKI DIY. Dalam diskusi tersebut, para peserta menyepakati sejumlah tindak lanjut berupa aksi nyata. Salah satu kesepakatan penting adalah perlunya mengaktifkan kembali partai politik berbasis Kristen, yang pernah ada sejak era Orde Lama dan berlanjut pada masa pasca-reformasi. Kehadiran partai Kristen di parlemen pada masa lalu dinilai cukup diperhitungkan, dan keinginan tersebut perlu didukung kembali.
Keinginan ini dinilai mendasar karena selama ini suara masyarakat Kristen diwakilkan atau dititipkan melalui sejumlah partai politik nasional, namun peran mereka kurang terlihat, bahkan terkesan kurang memperhatikan konstituen Kristen yang memilihnya. “Sudah saatnya umat Kristen memiliki partai politik sendiri yang lahir dari semangat kasih dan pengabdian pada negara bangsa,” demikian salah satu pernyataan yang mengemuka dalam diskusi.
Saat ini, hadir partai politik yang bertujuan menyuarakan kepentingan masyarakat Kristen secara lebih maksimal di parlemen. Atas dukungan masyarakat, tokoh, dan pimpinan lembaga Kristen DIY, pada sore harinya disepakati untuk mendukung keberadaan partai politik baru, yakni Partai Setara Indonesia (PASTI). Yan Gea dari organisasi DPP Kawal Indonesia terpilih sebagai Ketua DPW PASTI DIY dan sekaligus dilantik oleh Dr. dr. Royandi Hutasoit, Ketua Umum DPP Partai Setara Indonesia, didampingi oleh Sekjen, Wasekjen, dan Bendahara Umum, bertempat di Pendopo Yayasan IndoCharis.
Selanjutnya, tugas KSB DPW Partai Setara Indonesia (PASTI) DIY adalah mengkonsolidasikan dan membentuk kepengurusan di tingkat DPD dan DPC di kabupaten/kota se-DIY. Pelantikan pengurus secara serentak direncanakan akan dilakukan oleh Ketua Umum DPP Partai Setara Indonesia (PASTI) pada bulan Oktober 2026 mendatang.
(Piter)
