396 Siswa Sukseskan MATA MUDA (Masa Ta’aruf Murid Madrasah) MAN 2 Jember
JEMBER, Sadap99.com
Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATA MUDA) merupakan istilah pengenalan lingkungan sekolah yang digunakan oleh lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Meski istilahnya berbeda dengan sekolah umum, esensi dan tujuannya tetap sama, yaitu memperkenalkan lingkungan belajar baru kepada para siswa, seperti yang dilaksanakan di MAN 2 Jember.
Dalam pelaksanaannya, pengenalan lingkungan belajar di MAN 2 Jember tidak hanya dikemas dalam bentuk seremonial. Kegiatan MATA MUDA ini dibekali dengan berbagai materi penting mulai dari penanaman karakter positif, pengenalan kurikulum madrasah, hingga upaya pencegahan penyimpangan sosial sejak hari pertama masuk sekolah.
Pemateri yang dihadirkan pun tidak hanya berasal dari internal MAN 2 Jember, melainkan juga melibatkan pihak eksternal seperti TNI, POLRI, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta instansi terkait lainnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kesiswaan MAN 2 Jember, Dwi Isti Mu’alimah, S.Pd., M.Pd., saat ditemui oleh tim Sadap99.com pada Rabu pagi (15/7/2026). Ia menjelaskan bahwa dalam kegiatan MATA MUDA ini, para siswa baru mendapatkan pembekalan mengenai hukum, pencegahan kenakalan remaja sejak dini, bahaya penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA), dampak buruk merokok, serta berbagai potensi kenakalan remaja lainnya yang mengancam generasi muda.
“Materi pencegahan narkoba ini disampaikan langsung oleh KIPAN (Kader Inti Pemuda Anti Narkoba) dari Dispora Jember. Tujuannya adalah menyiapkan generasi muda sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan penanggulangan bahaya narkoba,” ujar Dwi Isti Mu’alimah.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif. Para siswa diajak berdiskusi interaktif mengenai konsekuensi hukum dari tindakan kriminal yang kerap berawal dari salah pergaulan, seperti tawuran, perundungan (bullying), hingga penyalahgunaan narkoba.
Menurut Dwi Isti Mu’alimah, makna “Ta’aruf” itu sendiri adalah masa untuk saling mengenal dan memahami. Ia menegaskan bahwa paradigma pengenalan sekolah saat ini sudah jauh berubah. Jika dulu Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau Masa Orientasi Siswa (MOS) identik dengan perpeloncoan, kini murid baru justru dibuat bahagia dan betah sejak awal menginjakkan kaki di MAN 2 Jember. Melalui pendekatan humanis ini, karakter positif dan mental siswa dibentuk agar siap melebur menjadi bagian dari keluarga besar madrasah.
“Tentu saja kegiatan utamanya adalah mengenal lingkungan sekolah dan para guru. Guru galak itu sudah jadi peninggalan zaman kolonial, sekarang bukan zamannya lagi. Siswa harus memahami bahwa guru bukan sosok yang ditakuti, melainkan sosok pelindung yang memberikan rasa aman serta mentransfer ilmu selama mereka belajar di MAN 2 Jember,” jelasnya.

Aksi Peduli Lingkungan: Tanam Pohon Pole
Ada yang menarik dalam pelaksanaan MATA MUDA tahun ini. Setiap gugus secara serentak mendapatkan 11 bibit pohon Pole yang telah disiapkan oleh pihak madrasah. Didampingi oleh kakak kelas, para siswa baru menanam bibit tersebut di lahan terbuka di sekitar halaman belakang sekolah.
“Bukan siswa yang mencari bibitnya, semua sudah disediakan oleh madrasah. Bibit ditanam di lahan terbuka, dan perawatannya ke depan tetap menjadi tanggung jawab siswa baru hingga pohon Pole tersebut tumbuh kuat dan rindang,” tambahnya.
Di akhir penjelasannya, Dwi Isti Mu’alimah berharap setelah kegiatan MATA MUDA ini selesai, para siswa baru telah terkoneksi dengan baik dengan lingkungan sekolah, teman sebaya, para guru, serta program-program madrasah. Mental mereka diharapkan telah terbentuk dengan kuat.
“Sehingga saat proses belajar mengajar dimulai pada hari Senin depan, tidak ada lagi kecanggungan atau rasa kaget. Mereka siap bertumbuh menjadi anak-anak hebat yang membanggakan orang tua serta diri mereka sendiri,” pungkasnya.
Pewarta: Suyanto
