HOMEHUKRIMJATIM

Bau Menyengat Resahkan Warga, DLH Mojokerto Hentikan Pembuangan Limbah PT Enero di Lahan Pertanian

MOJOKERTO – sadap99.com

Aktivitas pembuangan limbah cair berbau menyengat di area persawahan Dusun Sambikerep, Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto akhirnya terungkap. Limbah yang mencemari lahan seluas 2.000 meter persegi tersebut dipastikan berasal dari PT Energi Agro Nusantara (PT Enero).

Menindaklanjuti keluhan masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto bergerak cepat dengan menghentikan total pengiriman limbah serta melakukan verifikasi langsung di lapangan.


Dalih Menetralkan pH Tanah

Kepala DLH Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono, membenarkan bahwa limbah tersebut didatangkan dari PT Enero atas permintaan petani setempat. Tujuannya diklaim untuk membantu menetralkan tingkat keasaman ($pH$) tanah pertanian.

Berdasarkan data DLH, pengiriman limbah cair tersebut berlangsung selama tiga hari berturut-turut, sejak 1 hingga 3 Juli 2026, dengan total mencapai 13 truk tangki.

“Informasi yang kami peroleh di lapangan, limbah digunakan di lahan pertanian seluas kurang lebih 2.000 meter persegi untuk menetralisir $pH$ tanah,” ujar Rachmat.

Rincian pengiriman armada tangki tersebut meliputi:

  • Rabu (1/7): 7 rit truk tangki

  • Kamis (2/7): 4 rit truk tangki

  • Jumat (3/7): 2 rit truk tangki


DLH Desak PT Enero Lakukan Pembersihan

Pihak DLH juga telah memanggil dan berkomunikasi langsung dengan Direktur PT Enero. Dalam pertemuan tersebut, manajemen perusahaan mengakui secara terbuka bahwa limbah cair itu berasal dari fasilitas produksi mereka.

Sebagai langkah tegas, DLH mendesak PT Enero segera menghentikan distribusi dan membersihkan lokasi terdampak.

“Kami meminta dilakukan penghentian pengiriman serta penanggulangan di lokasi melalui proses pembersihan oleh personel perusahaan, guna meminimalkan dampak lingkungan sekitar,” tegas Rachmat.


Warga dan Pemilik Warung Mengeluh Mual

Sebelumnya, bau busuk menyengat dari limbah tersebut memicu protes keras dari warga sekitar, terutama para pemilik warung makan yang lokasinya tak jauh dari area persawahan.

Sri Utami (52), salah seorang pemilik warung, menceritakan bahwa aroma menyengat mulai menyiksa warga sejak limbah digelontorkan ke sawah. Warga bahkan sempat menegur konvoi truk tangki tersebut, namun tidak dihiraukan.

“Kami sudah mengingatkan agar tidak membuang lagi di lahan itu. Informasinya untuk mematikan rumput, tetapi besoknya masih datang lagi beberapa truk tangki. Baunya sangat mengganggu, sampai membuat genangan mirip kolam,” tutur Sri.


Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Guna memastikan kadar bahaya dari cairan tersebut, tim teknis DLH telah mengambil sampel limbah untuk diuji di laboratorium lingkungan.

Hingga berita ini diturunkan, hasil analisis laboratorium masih dalam proses. Hasil uji inilah yang nantinya akan menjadi pijakan hukum bagi DLH dalam menentukan sanksi ataupun langkah penegakan aturan lebih lanjut sesuai Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

redaksi sadap99 membuka ruang hak jawab bagi pihak bersangkutan dengan menghubungi wartawan daerah maupun langsung hubungi redaksi demi berimbangnya suatu berita.

pewarta: sp/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *