HOMEJATIM

Pangkas Birokrasi Menahun, Program “Peta Cinta” Sukses Tuntaskan Penumpukan KTP-el di Jember

JEMBER – SADAP99.COM

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) mengukir capaian besar dalam reformasi administrasi kependudukan (adminduk). Persoalan menahun berupa penumpukan pengajuan KTP-el kini berhasil diurai secara masif melalui program inovatif bernama Peta Cinta (Pelayanan Tuntas Cetak KTP-el di Kecamatan).

Sebelum inovasi ini digulirkan, masyarakat Jember yang tinggal di wilayah pelosok harus menghadapi beban berlapis. Selain faktor geografis dan jarak tempuh yang jauh menuju pusat kota, warga kerap dihadapkan pada ketidakpastian akibat keterbatasan blangko serta minimnya SDM di tingkat kecamatan. Dampaknya, proses penerbitan identitas diri bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan.

Memutus rantai birokrasi yang panjang tersebut, program Peta Cinta resmi diluncurkan pada 5 Januari 2026 sebagai solusi konkret desentralisasi layanan langsung ke tengah masyarakat.

Lompatan Angka dan Efektivitas di Lapangan

Efektivitas program Peta Cinta langsung tecermin pada hilangnya keluhan terkait keterlambatan cetak. Langkah strategis penempatan petugas khusus dan jaminan pasokan logistik berhasil mencatatkan rapor hijau:

  • Penyelesaian Backlog: Sukses menuntaskan antrean cetak tahun 2025 yang sempat menumpuk hingga 66.000 pengajuan.

  • Realisasi Produk: Sejak awal tahun 2026, Dispendukcapil Jember tercatat telah mendistribusikan 111.648 keping KTP-el siap pakai ke tangan warga.

  • Penguatan Infrastruktur: Sebanyak 31 kecamatan kini diperkuat oleh masing-masing dua petugas khusus Dispendukcapil yang dibekali mesin cetak, tinta, dan blangko mandiri.

“Kami berkomitmen penuh untuk menjaga ketersediaan blangko KTP-el demi memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Jember. Tidak boleh ada lagi warga yang kesulitan atau menunggu lama hanya untuk mendapatkan hak identitas dasarnya,” tegas Kepala Dispendukcapil Kabupaten Jember, Bambang Saputro.

Mengakhiri Ketimpangan Akses Layanan Pelosok

Perubahan sistem dari sentralistik menjadi merata di tingkat kecamatan ini dinilai menjadi tolok ukur baru pelayanan publik di Jawa Timur. Jarak yang jauh dipangkas, dan proses yang lama dituntaskan seketika di tingkat lokal.

Bupati Jember, Gus Fawait, menyatakan bahwa arah pembangunan daerah saat ini memang sengaja difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar yang menyentuh rakyat secara langsung, bukan pada proyek fasilitas yang elitis.

“Warga Jember tidak hanya tinggal di pusat kota. Mereka ada di desa, di pelosok, di pinggir hutan, area perkebunan, hingga pesisir pantai. Jika layanan publik hanya terpusat di kota, di situlah ketidakadilan bermula. Prioritas kami hari ini adalah menghadirkan pelayanan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” pungkas Gus Fawait.

Melalui Peta Cinta, Pemkab Jember mengirimkan pesan kuat bahwa negara hadir hingga ke tingkat kecamatan, sekaligus memastikan hak administratif seluruh warga negara tidak boleh lagi tertahan oleh alasan birokrasi.

Pewarta: Suyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *