Pemerintah Desa Kenongorejo Realisasikan Program RTLH Tahun 2026
NGAWI – Sadap99.com
Pemerintah Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, merealisasikan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warganya melalui anggaran Dana Desa tahun 2026.
Salah satu penerima manfaat adalah Ismanto, warga Dusun Pule RT.09 RW.04, Desa Kenongorejo, yang termasuk dalam kategori ekonomi kurang mampu. Saat ini, pembangunan rumah tersebut sedang berlangsung dan dikerjakan langsung oleh Pemerintah Desa Kenongorejo.
Hal ini dibenarkan langsung oleh Kepala Desa Kenongorejo, Parman, kepada awak media Sadap99. Ia menyampaikan bahwa pihaknya tengah merealisasikan bedah rumah bagi warga yang sebelumnya menempati rumah dengan kondisi sangat tidak layak huni.
Menurutnya, program tersebut dianggarkan melalui Dana Desa dengan skema Fasilitas Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni.
“Berdasarkan data sensus yang kami lakukan, ada banyak RTLH yang kondisinya memang sudah harus direhab total atau bahkan dibangun baru. Namun, karena anggaran terbatas, melalui Dana Desa tahun 2026 ini baru bisa kami selesaikan sebanyak 2 unit RTLH,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pembangunan akan dilakukan secara bertahap.
“Insyaallah tahun ini 2 unit RTLH akan kami bedah. Ke depan, kegiatan serupa akan terus kami lakukan untuk menekan angka kemiskinan, khususnya terkait rumah tidak layak huni,” katanya.
Parman juga menjelaskan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk masing-masing unit sekitar Rp10 juta. Menurutnya, jumlah tersebut masih terbatas karena dana desa juga digunakan untuk program lain, seperti ketahanan pangan dan berbagai kebutuhan prioritas lainnya.
Oleh karena itu, ia berharap masyarakat dapat bersabar dan memahami keterbatasan yang ada.
“Kami akan terus mengusulkan tambahan bantuan RTLH, baik dari Pemerintah Kabupaten, Provinsi, maupun dari kementerian terkait. Kepada warga yang belum kebagian, saya mohon bersabar dan jangan iri. Pemerintah desa selalu berusaha. Mudah-mudahan tahun depan ada program RTLH lagi agar angka kemiskinan di Desa Kenongorejo terus berkurang,” pungkasnya. (ar/adv)
