Bersih Desa “Nyadran” Desa Sukowiyono Masih Diuri-uri dengan Arak-arakan Gunungan dan Pagelaran Tari Gambyong
Ngawi – Sadap99.Com
Pelestarian kesenian budaya adalah kewajiban setiap warga negara. Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, secara konsisten menggelar kegiatan tahunan desa. Kegiatan ini merupakan warisan nenek moyang dan tradisi turun-temurun yang terus dilestarikan.
Agenda Bersih Desa atau Nyadranan sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Jawa yang mencintai tradisi nyadran. Hal ini terbukti pada pelaksanaan nyadran yang digelar Rabu (29-05-2026) di punden Sentono Desa Sukowiyono, yang lokasinya tidak pernah berpindah. Rangkaian acara dimulai dengan doa bersama di balai desa pada Selasa malam, kemudian dilanjutkan pada siang hari Rabu. Puncak acara berupa arak-arakan gunungan yang start dari balai desa menuju punden Sentono di Dusun Sukowiyono II RT 07/RW 02, berlangsung pukul 13.00–17.00 WIB.
Dengan adat yang khas, pagelaran Tari Gambyong dan arak-arakan gunungan menjadi puncak acara yang menghibur warga Desa Sukowiyono. Warga setempat sangat meyakini kegiatan ini memiliki nilai religius tersendiri.
“Pagelaran seni Gambyong ini sudah terlaksana setiap tahun sebagai upaya menguri-uri budaya Desa Sukowiyono khususnya, dan telah berlangsung turun-temurun sejak masa kepala desa terdahulu,” terang Kepala Desa Sukowiyono, Prapto.
Kesenian tradisional Gambyong tersebut mampu menarik animo warga Sukowiyono untuk menyaksikan dan merenungi makna lagu-lagu berbahasa Jawanya.
“Acara nyadranan ini sepengetahuan saya sejak saya masih kecil hingga sekarang sudah tua masih tetap dilaksanakan,” ujar Kades Prapto, yang juga turut menjadi penonton dalam acara tersebut.
“Kesadaran warga kami hingga saat ini masih tinggi. Mereka selalu mengingatkan kami selaku kepala desa agar terus mengadakan acara bersih desa, karena ini sudah menjadi adat dan tradisi Desa Sukowiyono,” terang Kades Prapto.
“Seluruh lapisan masyarakat, para tokoh masyarakat dari berbagai profesi, Camat Padas Irwan Esti Cahyono, S.Hut., M.H., Bapak Supriyanto (Dewan dari Fraksi Golkar), BPD, ibu-ibu PKK, RT, RW, dan semua perangkat desa sebagai peserta acara dapat berkumpul menyaksikan puncak acara bersih desa ini, yaitu seni Gambyong dan arak-arakan gunungan. Acara nyadran ini harus dijaga dan dilestarikan sampai anak cucu kita kelak, supaya adat istiadat peninggalan leluhur kita tidak akan pernah punah,” pungkas Kades Prapto. (ar/adv)
