DIYHOMESleman

Sleman Cerdas dan Berdaya: Tata Kelola Desa Kuat, Literasi Meningkat, UMKM Siap Sambut Idul Fitri

SLEMAN – sadap99.com

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman kembali menggelar jumpa pers bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dengan tema “Sleman Cerdas dan Berdaya: Tata Kelola Desa Kuat, Literasi Meningkat, UMKM Siap Sambut Idul Fitri”. Acara berlangsung di OP Room Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Sleman pada Kamis (5/3/2026).

Kegiatan dibuka dan dipandu oleh Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Dinas Kominfo Sleman, Muh. Arif Rahman, S.IP. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan tiga narasumber dari OPD terkait, yaitu:

  1. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, R. Budi Pramono, S.IP., M.Si., dengan materi “Sleman Gelar Pemilihan Lurah Antar Waktu 2026”.

  2. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dra. Shavitri Nurmala Dewi, dengan materi “Sleman Menuju Kabupaten Literasi Cerdas”.

  3. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Sri Wahyuni Budiningsih, S.E., dengan materi “Bahagia Berlebaran dengan Produk Unggulan Kabupaten Sleman”.

Pemilihan Lurah Antar Waktu (PAW) 2026 Disiapkan

R. Budi Pramono, S.IP., M.Si., dalam pemaparannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman sedang mempersiapkan Pemilihan Lurah Antar Waktu (PAW) tahun 2026. Pemilihan ini akan digelar di lima kalurahan untuk mengisi kekosongan jabatan lurah yang berhenti sebelum masa jabatannya berakhir. Kelima kalurahan tersebut adalah:

  • Kalurahan Caturtunggal

  • Kalurahan Maguwohardjo

  • Kalurahan Candibinangun

  • Kalurahan Trihanggo

  • Kalurahan Sendangadi

Proses pemilihan akan dilaksanakan melalui mekanisme Musyawarah Kalurahan yang melibatkan unsur masyarakat dan lembaga kalurahan secara proporsional. Rencananya, pemilihan akan dilaksanakan secara serentak pada tahun 2028 mendatang.

Sleman Menuju Kabupaten Literasi Cerdas

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman, Dra. Shavitri Nurmala Dewi, menyatakan komitmennya dalam menerjemahkan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, mandiri, dan berbudaya. Hal ini dilakukan melalui penguatan fondasi intelektual masyarakat.

Visi Sleman tahun 2030 adalah “Sleman Pionir Literasi Masa Depan”. Visi ini bukan sekadar slogan, melainkan peta jalan menuju peradaban berbasis pengetahuan (knowledge-based society).

Program literasi menjadi pilar utama dalam mendukung visi Bupati dan Wakil Bupati, dengan fokus pada:

  • Meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan non-formal dan akses informasi yang inklusif.

  • Memperkuat ketahanan ekonomi berbasis literasi kesejahteraan.

  • Melestarikan budaya lokal melalui pengarsipan sejarah Sleman sebagai jati diri bangsa.

Shavitri menambahkan bahwa Sleman tidak berangkat dari nol. Beberapa capaian yang akan menjadi modal menuju tahun 2030 antara lain:

  • Penguatan perpustakaan desa/kalurahan.

  • Digitalisasi kearsipan.

  • Penguatan literasi berbasis komunitas melalui layanan Sleman Membaca (E-Library).

Tantangan Menuju 2030:

  1. Disrupsi digital.

  2. Kesenjangan akses.

  3. Relevansi arsip.

  4. Kebutuhan kecakapan baru, seperti kemampuan mengolah data, memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), dan memilah informasi (anti hoax) di tengah banjir informasi.

Strategi Visioner:
Untuk menjawab tantangan tersebut, strategi yang disiapkan meliputi penguatan literasi terapan, pendirian pusat dokumentasi sejarah, dan pembentukan Sleman Literasi Hub. Langkah visioner lainnya adalah menjadikan Sleman sebagai tuan rumah bagi para pemikir, penulis, dan inovator melalui penyelenggaraan festival literasi berskala internasional.

(Piter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *