Komitmen Pemkab Jember dalam Menuntaskan Persoalan Banjir
JEMBER – sadap99.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menunjukkan komitmennya menangani banjir yang kerap melanda permukiman. Jumat (5/2/2026), Bupati Jember, Gus Fawait, langsung meninjau bantaran sungai di kawasan Perumahan Bernady Land dan Bumi Este Muktisari.
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut evaluasi kinerja Satuan Tugas (Satgas) Infrastruktur dan Tata Ruang Kabupaten Jember selama sepekan. Cuaca ekstrem belakangan ini menyebabkan debit air sering melebihi kapasitas hingga meluber ke permukiman.
Dalam peninjauan, Gus Fawait menyampaikan bahwa sebelumnya ia telah menerima laporan lengkap hasil kerja Satgas. Atas ajakan Satgas, Bupati turun ke lapangan untuk melihat kondisi faktual dua kawasan perumahan yang ternyata dibangun di atas bantaran sungai.
“Setelah menerima laporan kinerja Satgas, saya diajak turun langsung. Kita melihat dua perumahan yang sebelumnya saya tidak tahu. Bersama-sama kita temukan bahwa bangunan-bangunan ini berada di bantaran sungai,” ujar Gus Fawait.
Berdasarkan paparan Satgas, bantaran sungai seharusnya memiliki jarak minimal sembilan meter dari bibir sungai. Namun, fakta di lapangan menunjukkan area tersebut justru dimanfaatkan untuk pembangunan rumah dan bangunan permanen.
Gus Fawait menilai kondisi itu menjadi salah satu penyebab utama banjir yang hampir setiap tahun melanda kawasan perumahan, terutama saat debit air meningkat di musim hujan.
Menurutnya, masalah ini tidak bisa dibiarkan karena menyangkut keselamatan dan ketenangan hidup masyarakat.
“Kalau debit air meningkat, potensi banjir sangat besar. Inilah yang terjadi hampir setiap musim hujan. Masalah ini harus kita pecahkan bersama,” tegas Gus Fawait.
Pemkab Jember akan menempuh langkah musyawarah dengan melibatkan seluruh pihak terkait, mulai dari pengembang, warga, hingga instansi yang mengeluarkan izin dan sertifikat atas lahan tersebut.
Dalam proses itu, Pemkab juga membuka kemungkinan solusi jangka panjang, termasuk relokasi warga jika diperlukan demi keselamatan bersama. Gus Fawait menegaskan pendekatan persuasif akan dikedepankan, namun pemerintah tidak akan ragu menempuh jalur hukum jika musyawarah tidak menemukan titik temu.
Menurutnya, penanganan banjir tidak cukup hanya dengan bantuan jangka pendek seperti pemberian sembako. Pemerintah harus hadir dengan solusi yang berpihak pada keselamatan dan masa depan warga.
“Kita tidak mau warga kita setiap tahun, setiap musim hujan, menjadi korban banjir. Bantuan boleh diberikan, tapi itu hanya jangka pendek. Untuk jangka panjang, mereka harus kita bela dan dukung agar bisa hidup tenang, anak-anaknya juga tenang,” ungkapnya.
Ia mengingatkan, banjir bukan semata-mata kesalahan alam, melainkan akibat tata ruang yang tidak tertib dan kelalaian bersama dalam menjaga fungsi bantaran sungai. “Ini bukan salah air. Ini salah kita semua, kenapa bantaran sungai dipakai untuk perumahan,” ucap Gus Fawait.
Bupati juga mengungkapkan bahwa dua titik perumahan yang ditinjau hari ini hanyalah sebagian kecil dari temuan Satgas. Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 13 hingga 17 titik perumahan lain di Kabupaten Jember yang diduga dibangun di bantaran sungai, baik yang sudah terdampak banjir maupun berpotensi terdampak di masa depan.
“Hari ini baru dua titik yang kita datangi. Tapi Satgas sudah mendata sekitar 13 sampai 17 titik perumahan yang diduga melakukan pembangunan di bantaran sungai. Teknisnya nanti akan disampaikan oleh Ketua Satgas,” pungkasnya.
Pewarta:Suyanto
