Pasar Bela Negara: Bersinergi Wujudkan Ketahanan Ekonomi
Sleman, Sadap99.com
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman kembali menggelar kegiatan Pasar Bela Negara. Acara yang berlangsung di Lapangan Pemkab Sleman pada Jumat (7/11/2025) ini menghadirkan Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Y. Gustan Ganda, ST, sebagai narasumber utama.
Tampak mendampingi, Kepala Badan Kesbangpol Sleman, Samsul Bahri, MM. Acara talk show tersebut dipandu oleh Lina dan Boby Tinampi, Pendamping UMKM Kabupaten Sleman.
Kepala Badan Kesbangpol Sleman, Samsul Bahri, MM., dalam keterangannya kepada media, menjelaskan bahwa Pasar Bela Negara telah berjalan sejak Agustus 2025. “Hari ini adalah pekan ke-14. Tujuannya agar masyarakat atau pegawai di lingkungan Pemkab Sleman yang melaksanakan olahraga pagi dapat menikmati berbagai produk UMKM yang kami hadirkan,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak, seperti Dinas Sosial, Badan Kesbangpol, pelaku UMKM, dengan dukungan Bank Sleman. Kolaborasi ini diwujudkan dalam bentuk aksi bela, beli, dan cinta produk dalam negeri sekaligus sebagai edukasi ketahanan nasional.
“Kegiatan ini tidak menggunakan APBD. Ini murni kolaborasi berbagai pihak. Melalui kegiatan ini, UMKM kami beri ruang untuk berusaha agar tumbuh dan berkembang, sambil mengikuti talk show dari berbagai dinas terkait,” jelas Samsul. Beberapa pihak yang terlibat di antaranya Wakil Bupati Sleman, para profesional, pelaku UMKM, dan Anggota Dewan. Pada kesempatan ini, Ketua DPRD Sleman hadir sebagai narasumber.
Selain pasar dan talk show, diselenggarakan pula kegiatan outbond untuk siswa Sekolah Dasar dengan instruktur dari Badan Kesbangpol Sleman. Beberapa kegiatan serupa telah dilaksanakan sebelumnya, seperti pada Agustus lalu dengan membagikan bendera merah putih kepada masyarakat.
“Harapan kami, kegiatan ini terus berjalan dengan kolaborasi dan sinergi semua pihak. Ini merupakan upaya menanamkan rasa nasionalisme, wawasan kebangsaan, dan cinta produk dalam negeri kepada generasi muda,” pungkas Samsul.
Sambutan Ketua DPRD Sleman
Sementara itu, Ketua DPRD Sleman, Y. Gustan Ganda, ST., dalam pemaparannya menyoroti pentingnya peran UMKM. Ia mengatakan salah satu ciri negara maju adalah pertumbuhan UMKM yang mencapai 15%, sementara di Indonesia baru sekitar 5%.
“Kenapa kita belum berhasil? Karena pemerintah tidak melakukan intervensi yang maksimal. UMKM perlu diberikan akses perizinan dan kemudahan berusaha. Untuk ekonomi mikro, perlu diberikan pelatihan dan pendampingan agar menghasilkan produk yang berkualitas,” tegas Gustan.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa APBD Kabupaten Sleman tahun anggaran 2025 sebesar Rp 3,3 Triliun dan akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Menurutnya, efisiensi anggaran bukan berarti pengurangan, melainkan penggunaan yang fokus dan efektif.
“Kita harus sama-sama mengerti bahwa jika anggaran tidak efektif, itulah yang perlu dikurangi. Kita fokus pada pembiayaan program yang tepat sasaran,” tutur Gustan.
Ia juga menekankan bahwa membangun infrastruktur relatif mudah, namun memberdayakan masyarakatlah yang menjadi tantangan besar.
“Memberdayakan masyarakat butuh waktu dan energi yang besar. Di negara-negara maju, yang utama adalah pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Jadi, jika masyarakat butuh bantuan, kita dukung. Dengan demikian, masyarakat akan tumbuh dan teredukasi,” pungkasnya.
Pewarta: Ome
