HOMEJATIMTravel

KAI Daop 7 Madiun Ajak Media Jajal Integrasi Transportasi, dari KA Jarak Jauh hingga Whoosh

MADIUN — sadap99.com

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun menggelar kegiatan media journey atau perjalanan bersama awak media rute Madiun–Jakarta–Bandung pada 20 hingga 21 Oktober 2026.

Rangkaian perjalanan dimulai dari Stasiun Madiun pada Selasa (20/10/2026) malam. Rombongan berangkat menuju Jakarta menggunakan KA Bima dan tiba di Stasiun Gambir pada Rabu (21/10/2026) pukul 05.45 WIB.

Setelah tiba di Jakarta, rombongan melanjutkan perjalanan untuk mempelajari konektivitas transportasi di kawasan Dukuh Atas hingga Stasiun Halim, sebelum menggunakan Kereta Cepat Whoosh menuju Padalarang, Jawa Barat.

Perjalanan Whoosh dari Stasiun Halim menuju Padalarang ditempuh dalam waktu sekitar 37 menit. Dari Padalarang, rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan kereta feeder menuju Stasiun Bandung.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyebut kegiatan ini bertujuan mengenalkan konektivitas transportasi umum, mulai dari kereta api jarak jauh, moda transportasi perkotaan, hingga kereta cepat Whoosh.

“Kami mengajak teman-teman media untuk mengenal transportasi terintegrasi, sehingga melalui kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi bagi awak media agar dapat memahami secara langsung kemudahan berpindah moda transportasi dalam satu perjalanan,” ujarnya.

Tohari menjelaskan, kawasan Dukuh Atas memiliki konektivitas yang sangat baik dengan sejumlah moda transportasi, termasuk KRL commuter line, LRT, dan bus. Sementara itu, perjalanan menuju Bandung dapat dilanjutkan secara praktis melalui Stasiun Halim untuk mengakses layanan kereta cepat Whoosh.

“Dari Dukuh Atas, kita juga memiliki koneksi dengan KRL, kereta cepat, dan bus. Dari sini, kita bisa menuju Stasiun Halim untuk melanjutkan perjalanan menggunakan Whoosh ke arah Bandung,” tambahnya.

Setibanya di Bandung, rombongan Daop 7 Madiun mengunjungi Kantor Pusat PT KAI (Persero) untuk berdiskusi dan mempelajari perkembangan serta inovasi layanan perkeretaapian. Agenda juga dilanjutkan dengan station tour di Stasiun Bandung guna melihat langsung pengelolaan fasilitas dan pelayanan penumpang.

Salah satu lokasi menarik yang dikunjungi di Kantor Pusat PT KAI di Jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung, yakni bunker bawah tanah peninggalan masa kolonial Belanda dari awal abad ke-20. Bunker ini dulunya berfungsi sebagai jalur evakuasi atau tempat perlindungan pejabat yang terhubung dengan Stasiun Bandung, dan kini sebagian dimanfaatkan untuk menyimpan arsip serta edukasi sejarah.

Usai menyelesaikan seluruh agenda di Bandung, rombongan dijadwalkan kembali ke Madiun menggunakan KA Sangkuriang pada Rabu pukul 14.45 WIB, dengan perkiraan tiba di Stasiun Madiun pukul 23.08 WIB.

Melalui kegiatan ini, KAI Daop 7 Madiun berharap pemahaman mengenai integrasi transportasi semakin meningkat, baik di kalangan media maupun masyarakat luas. Konektivitas antarmoda dinilai sangat penting untuk mendukung perjalanan yang lebih praktis, terintegrasi, dan efisien.

(Edy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *